MOZAIK ISLAMS Y A R I A T

Gubernur Sumsel: Rumah Tahfidz Mencetak Generasi  Islam yang Kuat  

Di Sumsel, setiap desa ada Rumah Tahfidz

Oleh: Bangun Lubis [ Jurnalis SATUJALAN NETWORK ]

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, telah sejak awal kepemimpinannya begitu focus terhadap upaya makin meratakan gerak dan geliat Islam di daerah ini. Bukan hanya bagaimana meningkatkan kualitas ibadah di tengah masyarakat, tapi Herman Deru pun ingin kualitas ibadah tumbuh makin kuat di kalangan birokrasi atau pemerintahan.

Ia memandang bahwa setiap pemimpin hendaknya memiliki keinginan yang kuat menjalankan Ibadah bahkan jika ingin menjadi pemimpin yang baik. “Eloklah rasan jika calon pemimpin itu pandai mengaji AlQuran,”kata Herman Deru memberikan saran. Ia memandang bahwa pemimpin adalah tauladan bagi masyarakat.

Gerak pendidikan Islam pun telah dimulai sejak awal kepemimpinannya. Kita bisa menyaksikan kunjungan-kunjungan Gubernur Sumsel ke daerah-daerah selalu meninggalkan jejak berdirinya sebuah rumah Tahfiz. Ia menargetkan rumah Tahfidz tumbuh Merata  di Sumsel.”Rumah Tahfidz kita harapkan dapat mencetak generasi milenial Sumsel yang cinta Al Qur’an,”katanya .

*Rumah Tahfiz*

“Ada 3.500 desa kelurahan di Sumsel. Jumlah rumah tahfidz sudah mendekati jumlah tersebut. Saran saya,  Integrasikan PAUD dan TK dengan rumah tahfidz. Saya ajak para para istri kades dan lurah, istri camat memanfaatkan ladang amal yang sebenarnya ini mudah, hanya tinggal kemauan saja,” tambahnya. “Alangkah indahnya jika semua desa di Sumsel ini memiliki seorang hafidz dan hafidzoh. Kita pertahankan dan didik terus orang-orang yang cinta Al Qur’an.

Pada saat  penutupan acara STQ XXV tahun 2019 di Muaratara dimana daerah ini juga sukses Jadi Tuan Rumah, Deru mengatakan bahwa event semacam tilawatil qur’an , gaungnya hendaklah dapat meluas ke seluruh penjuru desa dan hingga ke rumah-rumah warga masyarakat Sumsel. Rahmat Allah SWT akan menyertai kita yang mengamalkan AlQuran dan Hadist Rasulullah. Ini yang kita harapkan dengan gaung dan gelora Islam di daerah ini. Islam itu Ramhmatanlil’alamin.

Baca Juga  Orang – Orang Bodoh yang Merasa Pintar

Al Quran, janganlah hanya bisa membacanya saja, tetapi harus memahami makna setiap isinya secara menyeluruh. Sehingga itu dapat dijadikan sebagai pedoman dan arah bagi Umat Islam yang ada di Sumsel dalam berprilaku dan menjalankan kehidupannya sehari-hari. “Al Qur’an tak hanya dibaca tetapi ditadaburi hingga tahu maknanya,”ujar Deru.

Saat  menghadiri Wisuda Lulusan MDT Manarul Huda Angkatan IX dan Pelepasan Siswa/I MTs Manarul Huda Angkatan III Tahun Ajaran 2018/2019 yang dipusatkan di halaman Ponpes Manarul Huda Desa Srijaya Makmur Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (30/4-2019), Herman Deru, menyebut bahwa kader generasi Islam  yang kuat akan lahir dari tangan-tangan para guru yang juga kuat Imannya menjalankan agama secara kokoh.

Diketahui bahwa Psanteren adalah wadah candradimuka yang memiliki keungghulan dalam mencetak kader-kader agamawan atau yang sering kita sebut sebagai  santri. Dalam usaha menguatkan ajaran agama Islam di tengah masyarakat, maka peran Psantren demikian besar. Santri tidak hanya mengenal ilmu saja, tetapi mereka adalah genrasi baru yang akan mengajarkan ajaran Islam nanti di masyarakat Sumsel hingga ke rumah-rumah di lingkungan desa yang ada.

Program Pemerintah Sumsel

Deru memandang potensinya telah ada, Tahfiz telah diprogramkan pemerintah Sumsel hingga ke desa-desa,  Majelis Pendidikan Agama Islam telah meluas terbentuk, psantren telah lahir sejak dahulu di daerah ini, tentu potensi ini makin menguatkan pandangan masyarakat Sumsel dalam memandang Ajaran Islam sebagai pedoman dalam seluruh aktivitas kehidupannya. Ini yang harus berjalan tanpa henti.

Baca Juga  Cara Terbaik Menuju Hidup yang Tenang

Derap langkah Islam ini, tak hanya ditebarkan oleh seorang Deru sebagai Gubernur, namun Wakil Gubernur Mawardi Yahya, juga bila ada momen ke daerah terutama yang terkait dengan rumah Tahfiz dan Pondok Psantren, maka gelora mengeliatkan ajaran Islam itu makin dikokohkan dan hendaknya kuat hanyanya untuk dijalankan oleh pemuka agama di daerah ini.

Bupati Banyuasin H. Askolani Jasi sebagai  seorang yang memiliki kewenangan dalam membuat program daerahnya, juga mendukung rencana-rencana pemerintah Sumsetera Selatan untuk memajukan rumah Tahfiz  dan meningkatan keunggulan Pondok-Pondok Psantren di daerah ini.

Ia mengatakan, bahwa daerahnya sudah berusaha setiap saat, bukan hanya dalam masa kepemimpinannya ini saja ajaran Islam terus dikuatkan di masyarakat, namuan sekarang di masanya akan makin ditingkatkan peranan agama Islam itu kepada prilaku kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Bukti itu, dia tunjukkan dengan ikut memberikan dukungan yang kuat member  harta pribadinya Rp 40 juta  untuk motivasi anak-anak kita untuk lebih berprestasi, saya mengharapkan adik-adik yang telah lulus semua dapat melanjutkan sekolahnya, terus belajar dengan rajin, dan beribadah, kami mendoakan demi nama baik Banyuasin.

Sebuah komitmen darai pemerintah di Sumsel. Ketika Gubernur Sumsel Herman Deru memprogramkan agar semua yang terkait dengan pendidikan Islam di tingkatkan, serentak pula daerah kabupaten dan kota membuat berbagai formula dan model dalam meningkatkan pengetrahuan, pendidikan dan pelaksanaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari mulai dari jajaran pemerintah mapun masyarakat secara luas.980

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close