MOZAIK ISLAMS Y A R I A T

Mengutak Atik Agama Islam

Sungguh mereka itu tidak ada kerjaan selain selalu mengecoh pemikiran ummat

  Oleh: Bangun Lubis [ Jurnalis ]

Kalimat itu memang paling cocok ditujukan kepada mereka (bisa oraag Islam yang liberal, sekuler atau mereka Islam KTP atau bisa juga orang di luar Islam yang ingin mengaco pemikiran kita), agar umat resah dan galau bahkan luntur imannya.

Kegiatan seperti ini, bukan baru-baru ini saja berlangsung, tetapi sudah sejak zaman kerasulan juga sudah banyak orang atau kelompok seperti ini. Ingin mengutak-atik agama, bahkan berupaya menarik mereka yang beriman dari agamanya bahkan ingin mengadu domba antara umat bisa juga antara umat Islam dengan saudaranya.

Makanya mucul banyak faham yang seolah dilegalisasi orang banyak padahal hanya ingin merusak sendi-sendi keagamaan yang dianut umat Islam. Kalau bisa umat Islam jangan tenang. Biarkan mereka terkecoh dan gelisah menganut agamanya.

Belum selesai di soal gfaham, muncul lagi agama baru yang berasal dari dalam, namun lebih spesifik seperti adanya Ahmadiyah, Syiah, dan belakangan Islam Nusantara. Kesemua itu dimunculkan kepermukaan untuk bisa membuat kaum beriman Islam tergoyak pemikirannya dan kemudian goncang pula imannya.

Baca Juga  Setiap Orang Selalu Ditimpa Ujian

Kalau Ustadz Isfan Awwas, dari Jockyakarta, mengatakan para penganut Islam Nusantara itu ingin mengecoh dan membuat seolah Islam yang turun dari Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW, adalah Islam yang tidak benar. Mereka membenturkan dengan mengatakan bahwa Islam yang telah dianut sejak dahulu kala itu, adalah Islam hanya untuk orang Arab saja.

Lihatlah  Islam Agama Nusantara  semakin vulgar mendistorsi Islam dengan wacana menyesatkan. Dengan sadar sekte baru ini tidak akan laku,  pendukungnya menyebut sektenya dengan istilah “islam nusantara” yang anti Arab. Bahkan mereka bilang,’’ Dalam video kata Irfan Awwas,: “Islam nusantara adalah islam sejati, bukan seperti Islam Arab yang abal-abal”.

Ucapan ini senada dengan logika sesat syiah. “Karbala lebih baik dari Ka’bah di Mekah”. Aqidah  Agama Nusantara ini adalah sinkretisme syiah dan komunis. Sedang ibadahnya fluralisme, yang meyakini semua agama sama benarnya. Di antara ciri ajarannya,  meneriakkan pancasila dan nyanyikan Ya Lal wathan ketika sa’i antara bukit shafa dan marwa di Makah. Selain itu mereka menciptakan senam anus alias senam agama nusantara yang meniru gerakan ibadah shalat, dengan diiringi musik dangdut.

Baca Juga  Makna Persahabatan dalam Islam

Para pengikut Islam Nusantara suka mengejek Alqur’an dan Nabi Saw. “Alqur’an bukan kitab suci dan nabi Muhammad bukan orang suci,” ucap mereka lancang.  Dengan keyakinan seperti itu maka mereka bersahabat dengan orang kafir dan bermusuhan dengan orang Islam yang berbeda dengan sekte Islam Nusantara.

Contohnya, mereka berteman dengan zionis yahudi tapi memusuhi bangsa Palestina. Tokoh Islam Nusantara menuduh jenggot orang Islam sebagai pertanda goblok. Dan lebih senang shalat bersama setan daripada merapatkan barisan dalam shaf shalat.

Ustads Lutfi Izzuddin, dalam kajian ahad di Masjid Al Furqon, menyebutkan, pemikiran orang-orang yang selalu mengutak atik amgama Islam ini, berharap umat Islam makin terpecah. “Kita jangan terpancing. Tetaplah beragama dengan mengikuti Islam yang sungguh diajarkan dan diturunkan oleh Rasulullah SAW.

Katanya, di zaman Nabi Saw tidak ada orang yang berfikir,  mengarabkan Islam. Perlu diketahui bahwa  tanpa Islam sama artinya dengan melestarikan kemusyrikan, membangkitkan animisme, komunisme, penolakan syariat Islam, serta segala kemungkaran yang makin membudaya.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close