MOZAIK ISLAMS Y A R I A T

Setiap Orang Selalu Ditimpa Ujian

Pada hakikatnya semua ujian yang menimpa mencerminkan kasih sayang dan keadilan Allah SWT pada hamba

 Oleh: H. Mugiarto [ Pembina Satujalan Network ]

Perlu kita sadari bahwa ujian akan menimpa seseorang dalam menjalani kehidupannya. Ada yang jatuh miskin, ada yang hartanya makin banyak, sakit dan senang, sebenarnya adalah ujian. Walaupun orang sering merasakan bahwa yang namanya ujian hanyalah penderitaan dan kemiskinan.

Pada hakikatnya semua ujian yang menimpa mencerminkan kasih sayang dan keadilan Allah SWT pada hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah SWT ‘tidak rela’ menimpakan azab yang tidak terperi sakitnya di akhirat kelak, hingga Ia menggantinya dengan azab dunia yang ‘sangat ringan’. Dalam pandangan seperti ini, musibah berfungsi sebagai penggugur dosa-dosa.

Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT sentiasa hidup dengan keluh kesah. Hidup di dunia adalah medan ujian yang disediakan oleh Allah SWT supaya manusia bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT. Hidup di dunia adalah kehidupan sementara waktu sahaja, di akhiratlah merupakan kehidupan yang kekal abadi.

Dari banyaknya permasalahan yang menimpa manusia, tidak serta merta manusia ditimpa masalah begitu saja, tapi Allah menakar kemampuan manusia itu sendiri dengan masalah yang dihadapi. Allah SWT semata-mata menciptakan masalah kepada manusia untuk memberikan pelajaran dan hikmah dari sebuah permasalahan tersebut.

Mereka yang sabar maka akan mendapat ganjaran pahala dari Allah, berbeda dengan yang tidak kuasa, maka senantiasa arogan dan putus asa terhadap suatu masalah hingga nilai ibadah dan pahala tidak serta merta didapatnya.

Maka dengan begitu Al-Quran menjadi penolong dan tempat mencari jawaban dari permasalahan yang sedang dihadapi. Al-Qur’an pula merupakan kalam Allah dan kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Quran diturunkan untuk menyelasaikan semua persoalan hidup yang dihadapi oleh manusia. Semua jawaban terdapat di dalam al-Quran.

Baca Juga  Menyembah Allah dengan Rasa Cinta

Kenapa aku diuji? Dalam Al Quran Allah berfirman: “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan sahaja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta,” (QS. Al-Ankabut: 2-3)

 Lalu manusia merasa bahwa sudah berusaha namun tidak juga memperoleh hasil. Firman Allah SWT: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui,” (QS. al-Baqarah: 216)

Dalam riwayat At Turmidzi, hadis itu disempurnakan dengan lafadz sebagai berikut, ”Dan sesungguhnya Allah, jika Dia mencintai suatu kaum (seseorang), Dia menguji mereka. Jika mereka ridha, maka Allah ridha kepadanya. Jika mereka benci, Allah membencinya”. Kecintaan Allah kepada hamba-Nya di dunia tidak selalu diwujudkan dalam bentuk pemberian materi atau kenikmatan lainnya. Kecintaan Allah bisa berbentuk musibah.

Kemudian orang merasakan bahwa ujian itu demikian besarnya dan beratnya. Bahkan rasanya sudah tak sanggup lagi. Tapi yakinlah, bahwa:”Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuau dengan kesanggupannya.”( QS. Al Baqarah: 286 ). Sudahlah pasti bahwa ujian dan musibah yang menumpa kita sudah distandarkan Allah sesuai dengan kesanggupan kita. Begitu sayangnya Allah SWT kepada hamba-Nya.

Baca Juga  Gubernur Sumsel: Rumah Tahfidz Mencetak Generasi  Islam yang Kuat  

Oleh karena itu Allah menyebutkan bahwa “ Jangan kamu bersikap lemah dan jangan pula bersedih hati. Padahal, kamulah orang-orang yang paling tinggi drajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman,”( QS. Ali Imran: 139 ).

Makanya, Allah meminta kita untuk tak berputus asa dalam kehidupan ini.” Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az Zumar: 53 )

Makanya, wahai manusia bersabarlah. Allah berfirman:’ Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS.Ali Imran: 200 )

Kata Allah:’’ Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (QS. Al Baqarah: 45)

Dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28, Allah berfirman, serahkan kepada KU dan ingatlah Aku.  Karena : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (*)

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close