DUNIA ISLAM
Trending

Menelisik Al Quran Tentang Cinta dan Kasih Sayang

Bayangkan saja jika sudah tidak ada lagi cinta

“Cinta dan kasih sayang”

 

SATUJALANCinta dan kasih sayang merupakan fitrah manusia yang sudah ada sejak lahir. Cinta adalah hal yang bersifat abstrak, namun berpengaruh besar dalam hidup.

Bayangkan saja jika sudah tidak ada lagi cinta di dalam diri manusia, maka yang terjadi adalah kekcauan yang tiada hentinya, sehingga Allah memberikan rasa cinta it uke dalam diri manusia untuk saling mengasihi antara satu dengan yang lain.

Cinta bukan berarti hanya berhubungan dengan hubungan seseorang dengan lawan jenisnya hingga mencapai kata kesepakatan berumah tangga (pernikahan), tetapi cinta itu termasuk di dalamnya mencintai Allah, mencitai Rasulullah, mencintai orang tua, mencintai saudara, mencintai keluarga, cinta sesama muslim, cinta sesama manusia (termasuk non-muslim), cinta sesame anak bangsa dan lain sebagainya. Cinta tidak terbatas, cinta itu universal sehingga yang hanya bisa menyatukan manusia di dunia ini hanyalah cinta.

Islam juga banyak berbicara tentang cinta, dalam al-Quran banyak kita temui ayat-ayat yang berbicara tentang cinta, diantaranya adalah sebagai berikut.

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Cinta

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (Q.S. Al Fatihah : 1)

Ayat pertama dalam Al-Quran ini telah memberikan gambaran tentang cinta Allah kepada seluruh yang ada di Alam smeseta ini. Sehingga sifat kasih sayang itu kemudian diberikan juga kepada manusia sebagai ciptannya.

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Artinya: Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (Q.S. An-Naml : 30)

Ayat ini menjelaskan bahwa sejak zaman nabi Sulaiman sudah ada kalimat basmalah, bahkan dalam surat-surat yang beliau tulis di dalamnya ada kalimat basmalah, yaitu kalimat yang menyatakan maha rahman dan maha rahimnya Allah.

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Artinya: Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Ali Imran : 31)

Di ayat ini ada kata “tuhibbuna” yang secara Bahasa artinya “kalian mencintai”, dakam terjemahan hanya disebutkan kamu tetapi itu dalam bentuk jamak. Di sini disebutkan bahwa jika “kalian mencintai Allah” artinya bahwa mencintai Allah adalah mutlak dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangannya. Agar kita terselamatkan dari siksanaannya, karena Allah itu maha mencintai makhluknya. Menyesatkan diri manusia ke lembah kenistaan adalah manusia itu sendiri.

ٱلۡأَخِلَّآءُ يَوۡمَئِذِۢ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِينَ

Artinya: Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa (QS Az Zukhruf : 67)

Teman-teman akbar yang dimaksud dalam ayat ini adalah mereka yang hanya memandang pertemanan dalam hal duniawi semata, sehingga ketika terjadi sedikit saja gesekan maka mereka akan bermusuhan. Hal ini berbanding terbalik dengan orang yang beriman, karena dengan keimanannya kepada Allah, maka mereka akan menjaga kualitas pertemanan dengan baik, karena pertemanan yang baik adalah yang selalu mengingatkan akan kebaikan dan akhirat kelak, itulah sebenarnya cinta yang hakiki antara sesam manusia.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ وَٱلۡحَرۡثِۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَ‍َٔابِ

Artinya: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS Ali Imran : 14)

Manusia diberikan keinginan untuk mencintai wanita kemudian terjadilah pernikahan, lalu memiliki anak yang dicintainya pula. Selain itu ada pula harta benda yang dicintainya, tetapi semuai itu hanyalah keindahan dan kesenangan dunia semata. Sehingga jika diberi maka itu menjadi amanah sekaligus cobaan apakah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan perintah agama, karena keindahan dan kesenangan sesungguhnya itu ada di surga.

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS Ar Ruum : 21)

Allah telah menciptakan istri dari jenis manusia hanya saja berbeda jenis kelamin. Diciptakannya pasangan hidup ini agar manusia merasa tentram (memiliki cinta dan kasih sayang) dan dapat menghasilkan generasi berikutnya di dunia.

عَسَى ٱللَّهُ أَن يَجۡعَلَ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَ ٱلَّذِينَ عَادَيۡتُم مِّنۡهُم مَّوَدَّةٗۚ وَٱللَّهُ قَدِيرٞۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Artinya: Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Al Mumthahanah: 7)

Selain cinta, manusia juga memiliki rasa benci sehingga dari rasa benci inilah muncul permusuhan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Namun dalam benci itu Allah akan memberikan kasih sayang agar mereka berbaikan, menjalin kembali silaturahmi yang sempat terputus oleh karena suatu hal.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَيَجۡعَلُ لَهُمُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وُدّٗا

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (QS Maryam : 96)

Baca Juga  Nasihat Guruku yang Sangat Kunanti

Orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, merupakan orang-orang yang dekat dengan Allah. Mereka selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Dari sinilah hati mereka selalu berbuat baik kepada sesama manusia karena di dalam hati mereka tertanam cinta dan kasih sayang yang Allah turunkan.

وَأَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS Al Anbiya : 83)

Kisah nabi Ayub as. tentang kisah kesabaran seorang hamba yang diberikan cobaan di atas batas kekuatan manusia. Nabiyullah ini diberi cobaan berupa sakit, kemudian kehilangan anak, istri dan harta bendanya, namun dengan kesabarannya sehingga Allah mencintainya dan menggantikan apa yang hilang itu dengan yang lebih baik. Nabi Ayub as. setelah sakit diberi istri yang muda dan cantik, kemudian dikarunia anak yang banyak. Cinta dan kesabaran adalah kunci utama dalam menghadapi segala cobaan yang diberikan Allah kepada kita.

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى ٱللَّهِ وَيَسۡتَغۡفِرُونَهُۥۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Artinya: Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Maidah : 74)

وَمَن يَعۡمَلۡ سُوٓءًا أَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهُۥ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورٗا رَّحِيمٗا

Artinya: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS An Nisa : 110)

أَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَيَأۡخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. At Taubah: 104)

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ وَأَصۡلَحُواْ وَبَيَّنُواْ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيۡهِمۡ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Baqarah : 160)

Bagi mereka yang selalu berbuat dosa, Allah memberi jalan taubat untuk kembali menginsfkan diri, dan merenungi kembali dosa-dosanya kemudian meninggalkannya. Taubat yang dimaksud adalah taubat yang sebenar-benarnya taubat (taubatan nasuha), bukan yang hanya main-main saja. Dari taubat tersebut Allah akan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan, karena Allah itu maha pengampun lagi Maha penyayang.

وَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Baqarah: 163)

Allah itu Maha Esa, artinya bahwa tidak ada tuhan lagi selain Allah, sehingga sebagai umat Islam kita patut meyakini ketauhidan Tuhan itu, dengan begitu maka Allah akan mencurahkan kasih sayangnya kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Cinta sejati kepada Allah Ta’ala dan Nabi SAW

Cinta ini merupakan anugerah yang tak ternilai harganya. Rasa tersebut tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apapun. Ayat Al Quran tentang cinta menjelaskan sebuah perasaan dari dalam sanubari lubuk hati yang terdalam. Sehingga bisa membawa melayang dengan mimpi indah dan kebahagiaan. Berikut ini adalah beberapa ayat Al Quran tentang cinta dan kasih sayang:

  1. “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. (Al-Fatihah: 1)
  2. “Katakanlah (Wahai Rasulullah), Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. (Ali Imron: 31)
  3. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”. (Ali Imron:14)
  4. “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah swt. adalah pengawas atas kamu”. (An Nisa: 1)
  5. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Ar-Ruum: 21)
  6. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah Swt akan mengkayakan mereka. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui”. (An Nur: 32)
  7. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (Adz Dzariyaat: 49)Kata ”Cinta” dalam Al Qur’an sebagaimana disebutkan di beberapa ayat/surat:
    .. dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”  Surat Ar-Rum (30) :21,Rahmah (رَحْمَة) =  yang berarti kasih sayang”karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), …(QS. An-Nisa’ (4):129).Lengkapnya Ayat tersebut:Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat Berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu Mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allâh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    “Sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam.” (QS. Yusuf (12):30)  شَغَف = حُبّ، وُلُوع yang berarti bergairah, cinta, gairah; kesukaan; antusiasme yang kuat; tertarik.
    “ Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku Termasuk orang-orang yang bodoh.”( QS. Yusuf (12):33)صَبّ: عاشِق = yang berarti penuh semangat cinta (dengan), terpikat (dari), tergila-gila (dengan); kekasih, pemujaوَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌرَأْفَةٌ = yang berarti rahmat, pemberian maaf, longgar/kelonggaran; kasih sayang, kasihan, keanggunan, kebaikan, keramahan.Lengkapnya Ayat tersebut:Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allâh, jika kamu beriman kepada Allâh, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
    23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia[i].عَن أَبِي هُرَيْرَةَ أُرَاهُ رَفَعَهُ قَالَ أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا رواه الترمذيعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الْمُتَحَابِّينَ لَتُرَى غُرَفُهُمْ فِي الْجَنَّةِ كَالْكَوْكَبِ الطَّالِعِ الشَّرْقِيِّ أَوْ الْغَرْبِيِّ فَيُقَالُ مَنْ هَؤُلَاءِ فَيُقَالُ هَؤُلَاءِ الْمُتَحَابُّونَ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ)رواه أحمد(عن النعمان بن بشير رضي الله عنهما ، قَالَ : قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم : مَثَلُ المُؤْمِنينَ في تَوَادِّهِمْ وتَرَاحُمهمْ وَتَعَاطُفِهمْ ، مَثَلُ الجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الجَسَدِ بِالسَّهَرِ والحُمَّى  )رواه مسلم(عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ ». أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ فِى الصَّحِيحِعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْخَطْمِيِّ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يَنْفَعُنِي حُبُّهُ عِنْدَكَ اللَّهُمَّ مَا رَزَقْتَنِي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ قُوَّةً لِي فِيمَا تُحِبُّ اللَّهُمَّ وَمَا زَوَيْتَ عَنِّي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ فَرَاغًا لِي فِيمَا تُحِبُّ )رواه الترمذي(
  8. Dari Rasûlullâh saw yang bersabda dalam satu doanya, “Ya Allâh, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta oran yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allâh segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allâh, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai”. (H R. Al-Tirmidzi)
  9. Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!. (HR. Muslim).
  10. Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh yang ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka seluruh tubuh meraa mengaduh dengan terus jaga tidak bias tidur dan merasa panas. (HR. Muslim).
  11. Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?, “mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allâh ‘Azza wajalla. (HR. Ahmad).
  12. Rasûlullâh saw bersabda, Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (HR. Al-Tirmidzi).
  13. Hadits- Hadits Cinta
  14. [i] Mengucapkan kata Ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
  15. 24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. QS Al Isra’ (17):23-24
  16. وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24)
  17. الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
  18. ”dan janganlah belas kasihan kepada keduanya..” (QS.An- Nur(24):2)
  19. قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ
  20. حُبَّ = (هَوًى، مَيْل) yang berarti cinta; gairah; kasih sayang; gemar, suka, mewah; kecenderungan; tertarik.
  21. قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا
  22. وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
  23. (مَيْلَ) = yang berarti condong, miring, cenderung.
  24. فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ
  25. Mawaddah (مودّة) =  yang berarti cinta atau keintiman;

Editor: Bangun Lubis

Baca Juga  Tafsir Keutamaan Surat Al-Fatihah

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button