SIRAH

Refleksi Pesatnya Perkembangan Islam di Dunia  

Rupanya Islam berkembang dengan caranya sendiri di wilayah negeri - negeri dunia

SATUJALAN – Rupanya Islam berkembang dengan caranya sendiri di wilayah negeri itu, baik Eropa maupun Amerika. Selain 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa September 2011, ribuan yang lain dari negara-negara non Amerika (Eropa, Cina, Korea, Jepang dst) juga mengambil keputusan yang sama masuk Islam.

 “Idza ja-a nashrullahi wal fathu, wara aytannas sayad khuluna fi dinillahi afwaja..” (An-Nashr: 1-2).

(Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu akan melihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong…”).

Firman Allah itu  tentu bukan berita yang bombastis, melainan sebuah kenyataan yang senyata-nyatanya dan akurat serta valid. Kita bisa saksikan bagaimana Eric Morgan (45), seorang pemain cricket Warga Texas  Amerika Serikat, tiba-tiba saja mengucapkan dua kalimat syahadat, dan ingin banyak tahu tentang Islam, saat ia menyaksikan orang melakukan salat Jumat.

Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2015) menyebut peristiwa pemboman World Trade Center pada 11 September 2001, telah membuat Eric bersama orang Amerika dan Eropa berbondong-bondong ingin lebih banyak tahu mengenai Islam dan Nabi Muhammad Shollollohu’alaihi wassallam. Mereka ramai-ramai membeli dan membaca Al-Qur’an setiap hari, membaca syirah Annabawiyah dan buku-buku Islam untuk mengetahui isinya.

 

Pemerintah Amerika Khawatir

Dalam laporan wikipedia, (2011) Pemerintah George Walker Bush waktu itu, segera mengetatkan aturan imigrasi dan mengawasi kaum imigran Muslim secara berlebihan ke negeri paman sam itu. Siaran televisi Fox News Channel, dalam acara mingguan “In Focus” menggelar diskusi dengan mengundang enam orang nara sumber, bertemakan ”Stop All Muslim Immigration to Protect America and Economy.” Acara ini menggambarkan kekhawatiran Amerika tidak hanya dalam masalah terorisme tetapi juga ekonomi dimana pengaruh para pengusaha Arab dan Timur Tengah mulai dominan dan mengendalikan ekonomi Amerika.

Baca Juga  Di Malam Perang Badar Jibril pun Datang

Tapi, rupanya Islam berkembang dengan caranya sendiri di wilayah negeri itu, baik Erpa maupun Amerika. Selain 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa September 2011, ribuan yang lain dari negara-negara non Amerika (Eropa, Cina, Korea, Jepang dst) juga mengambil keputusan yang sama masuk Islam. Bagaimana arus ini bisa dijelaskan? Sejauh diketahui, jawabannya “tidak ada” dalam teori-teori gerakan sosial karena fenomena ini sebuah anomali. Maka, gejala ini hanya bisa dijelaskan oleh “teori Allah.”

Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2014), dari sebuah observasi di Amerika Serikat tentang perkembangan jumlah pemeluk Islam dan Kristen di dunia. Lembaga itu mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%. 80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah. Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi.

Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu menunjukkan kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%. Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) mengejar jumlah penganut Kristen. Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun.

Baca Juga  Terusir dari Tanah Kelahiran

World Almanac and Book of Fact,  New York Times Bestseller, mencatat jumlah total umat Islam sedunia tahun 2004 adalah 1,2 milyar lebih (1.226.403.000), tahun 2007 sudah mencapai 1,5 milyar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam 3 tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang (sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara).( Sindo, 15-12/2015).

Perkembangan ajaran Islam di Amerika Serikat (AS) ternyata menjadi salah satu yang paling pesat di dunia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert O Blake Jr. Ia membeberkan saat menggelar diskusi mengenai umat Muslim di AS pada Kamis (9/7/2015). Katanya, salah satu wilayah di AS dengan perkembangan Islam paling cepat adalah Texas. Menurut Blake, hal ini menunjukan bahwa AS adalah negara yang bebas dan tidak membatasi gerak warganya. “Data jumlah tepat pemeluk agama Islam memang tidak ada. Sebab, sensus tidak melacak apakah Anda Muslim atau tidak,” ucap Blake.

“Namun, Islam adalah agama yang pertumbuhanya paling pesat di AS. Di negara bagian besar seperti Texas, Islam menjadi agama terbesar kedua di sana. Islam adalah negara yang diterima secara luas dan dihormati,” sambung diplomat AS yang pernah bertugas di kawasan Timur Tengah itu.(*)

Penulis: Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button