TAFSIRIYAH

Janganlah Kalian Memiliki Sifat Sombong dan Angkuh

 SATUJALAN NETWORK – Bersikap angkuh bukanlah sikap manusia yang beriman. Karena prilaku angkuh itu hanya dipertontonkan oleh Iblis. Kita berharap agar sikap semacam itu terhindar dari pribadi kita agar Allah tetap memberikan rahmat dan ridhonya kepada kita.

Kesombongan dan keangkuhan telah banyak dikisahkan dalam al-Qur’an, seperti peristiwa terusirnya Iblis dari surga karena kesombongannya. Iblis terlalu angkuh untuk sujud kepada Nabi Adam, padahal perintah itu datangnya langsung dari Allah.

Dalam Kajian dan Tadabur Al Quran, waktu lalu di Mesjid Al Fuqon, Jl R Soekamto Palembang, Ustadz H. Arfan M. Alwy, mengetengahkan tema yang membahas soal keangkuhan dan kesembongan Iblis dan para kaum pada masa silam.

Ustadz Arfan menguraikan bahwa banyak kasus yang menyebabkan hancurnya sebuah bangsa karena sikap sombong dan angkuh yang ditampakkan oleh manusia. Kita masih ingat kisah tenggelamnya Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi, adalah juga karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah  dan kepada sesama kaumnya.

Senasib dengan mereka, Fir’aun, kaum ‘Aad, kaum Luth, Tsamud, dan lain sebagainya. Semuanya diazab dengan pedih karena kesombongan dan  keangkuhan mereka, memandang rendah para rasul yang diutus kepada mereka. Lebih dari itu, mereka pun telah menolak kebenaran yang disampaikan para rasul.

Baca Juga  Makna Surat Ar Rahman yang Diulang, “Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?”

 Sombong dan Angkuh

Manusia adalah makhluk yang lemah, tak selayaknya untuk bermegah-megahan dan menyombongkan diri di hadapan Penguasa langit dan bumi. Ironisnya, realita yang ada justru menunjukkan banyak manusia yang lupa hakikat dan jati dirinya, sehingga membuat dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran, merendahkan orang lain, serta memandang dirinya sempurna dalam segala hal.

Dalam Tadabur Al Qura’an yang dihadiri tak kurang dari 50 orang jamaah tersebut, Ustadz Arfan M Alwy, mengetengahkan hadist lain yakni bahwa Rasulullah ` telah menjelaskan tentang bahaya sifat sombong dan angkuh, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud , dari Nabi `, beliau bersabda,; “Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata, “Sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus.” Beliau bersabda, “Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi   berkomentar tentang hadits ini, “Hadits ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka dan menolak kebenaran.” (Syarah Shahih Muslim 2/269). Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali  berkata, “Orang yang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak pantas mengerjakan suatu urusan. Dia juga sombong menerima kebenaran dari orang lain”. (Jami’ul Ulum Wal Hikam, 2/275).(dikutip dari Republika-online-2015)

Raghib Al-Asfahani berkata, “Sombong adalah keadaan/kondisi seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri, memandang dirinya lebih utama dari orang lain, kesombongan yang paling parah adalah sombong kepada Rabb-nya dengan cara menolak kebenaran (dari-Nya) dan angkuh untuk tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatan maupun dalam mentauhidkan-Nya.” (Umdatul Qari`, 22/140).  

Dalam hadits lain Rasulullah ` bersabda, “Maukah Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni surga?” Para shahabat menjawab, “Tentu (wahai Rasulullah).” Lalu beliau berkata, “(Penghuni surga adalah) orang-orang yang lemah lagi direndahkan oleh orang lain, kalau dia bersumpah (berdoa) kepada Allah niscaya Allah kabulkan doanya. Maukah aku beritakan kepada kalian tentang penghuni neraka?” Para shahabat menjawab, “Tentu (wahai Rasulullah).” Lalu beliau berkata, “(Penghuni neraka adalah) orang-orang yang keras kepala, berbuat semena-mena (kasar), lagi sombong”. (HR. Bukhari & Muslim).

Baca Juga  Makna Persahabatan dalam Islam

 Sombong adalah sifat buruk yang sangat berbahaya. Lawan dari sifat ini adalah tawadhu. Maka sepantasnya, seorang Muslim menjauhkan diri dari sifat sombong dan menumbuhkan sifat tawadhu. Wallahu’alam.(*)

 

Editor: Bangun Lubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close