NASIHAT

Kata-kata Bijak Imam Syafi’i tentang Cinta

Oleh Aminuddin
Jurnalis

TERNYATA Imam Syafi’i juga seorang sastrawan dan penyair besar yang disegani hingga saat ini.
Tak meragukan lagi jika kata-katanya menjadi panutan banyak orang.

Kata bijak Imam Syafi’i tentang cinta berisi tak hanya cinta akan dunia melainkan cinta di akhirat.
Kata bijak Imam Syafi’i tentang cinta ini bisa membuatmu mengerti pentingnya cinta pada Allah.
Kata bijak Imam Syafi’i tentang cinta juga bisa menjadi pelajaran untuk saling mencintai dan bersahabat.
Dengan kata bijak Imam Syafi’i tentang cinta kamu bisa belajar menyempurnakan akhlak dan mendapatkan cinta yang sesungguhnya.

Berikut 35 kata bijak Imam Syafi’i tentang cinta :

1. Banyak orang yang mengatakan: mencintai wanita itu sangat menyiksa. Tapi, sebenarnya yang sangat menyiksa itu adalah: mencintai orang yang tidak mencintaimu.

2. Bagian dari bencana itu ketika engkau mencintai, sementara orang yang kau cintai tidak mencintaimu.
3. Mintalah bantuan kepada diam jika ingin bicara, mintalah bantuan kepada nalar jika ingin mengambil keputusan.
4. Adalah bencana saat kau mencintai orang yang tidak mencintaimu. Kau bersikeras menemuinya terus-menerus tanpa jeda, sementara ia berpaling darimu.
5. Adalah kesengsaraan saat kau mencintai seseorang dan orang yang kaucintai itu ternyata mencintai orang lain. Atau, saat kau ingin berbuat baik kepada seseorang, namun ia justru ingin mencelakaimu.
cinta sejati

1. Rendah hati melahirkan cinta. Kanaah melahirkan kenyamanan.
2. Semoga Allah menguatkan kekuatanmu dan melemahkan kelemahanmu.
3. Akan dianugerahi rasa suka kepada tiga hal: bergaul ramah dengan sesama, tidak melakukan sesuatu secara terpaksa, dan mengikuti jalan tasawuf.
4. Hatiku merasa lega mengetahui bahwa apa yang telah ditakdirkan untukku tidak akan pernah luput dariku, dan apa yang telah luput dariku berarti memang tidak pernah ditakdirkan untukku.
5. “Kemuliaan diri (marwah) itu rukunnya ada 4: Akhlak yang baik, dermawan, rendah hati dan taat beribadah.
Cinta pada Allah

Baca Juga  Alangkah Meruginya Bila Tak Pernah Merasa Bahagia

1. Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta kepada dunia dan sekaligus cinta kepada Allah, maka dia telah berdusta.
2. Jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau dia berani meninggalkan Allah, apalagi meninggalkan kamu.
3. Engkau takkan mampu menyenangkan semua orang. Karena itu, cukup bagimu memperbaiki hubunganmu dengan Allah, dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia.
4. Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia.
5. Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasapun serasa sempit.
Cinta dunia akhirat

1. Cukuplah Engkau bagiku. Dan cukuplah Engkau bagi hatiku. Jika aku memiliki keagungan, sesungguhnya itu berasal dari keagungan-Mu.
2. Bila cinta-Mu telah nyata padaku, aku tak peduli musibah apa pun yang menimpaku.
3. Bila kau bingung pada dua makna dan tak tahu mana yang salah dan mana yang benar. Maka hindari hawa nafsu. Sebab, nafsu menuntun jiwa kepada sesuatu yang tercela.
4. Andai saja kamu tahu bagaimana Allah menangani urusan-urusanmu, hatimu pasti akan luluh karena begitu mencintai-Nya
5. Jangan terpesona dengan kehidupanmu di dunia sehingga meninggalkan kehidupan akhirat.
Cinta sahabat

1. Jika pertemanan seseorang tidak memberimu manfaat maka jangan mengambil untung dengan memusuhinya.
2. Setiap permusuhan bisa diharapkan kembali membaik, kecuali permusuhan orang yang melakukannya karena dengki.
3. Perbanyaklah saudara semampu yang kau bisa. Mereka akan menjadi perut-perut dan punggung-punggung saat kau meminta bantuan. Seribu kawan tidaklah banyak. Seorang musuh barulah banyak.
4. Tanda sahabat sejati: ia menjadi sahabat dari orang yang bersahabat dengan sahabatnya.
5. Apabila kalian memiliki teman yang membantumu dalam ketaatan, maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah.
Cinta penuh makna

Baca Juga  Jangan Bicara yang Sia-Sia

1. Tak akan sempurna (akal) seorang laki-laki, kecuali dengan empat hal; beragama, amanah, pemeliharaan dan penjagaan diri, serta ketenangan dan ketabahan.
2. Tidak ada seorangpun yang hidup dengan tanpa adanya orang yang dicintai dan orang yang dibenci, kalau memang demikian realitasnya, maka hendaknya ia senantiasa bersama orang-orang yang taat kepada Allah.
3. Tak ubahnya “emas” semuanya berwarna kuning. Namun tidak semua emas punya nilai yang sama.
4. Bumi menjadi hidup oleh hujan. Jiwa menjadi hidup oleh tekad. Hati menjadi hidup oleh hikmah.
5. Orang yang paling mulia adalah yang tidak melihat kemualiaannya. Orang yang paling utama adalah yang tidak melihat keutamaannya.
Cinta kesabaran
1. Kesabaran adalah akhlak mulia, yang dengannya setiap orang dapat menghalau segala rintangan.

2. Apabila sikap hatimu selalu rela dengan apa yang ada maka tak ada perbedaan bagimu antara dirimu sendiri dan para hartawan.
3. Jika kau tak bisa tepat berbuat baik kepada orang yang bertakwa maka berbuat baiklah kepada orang yang takut dosa.
4. Kurendahkan nafsuku kepada mereka supaya mereka memuliakannya. Takkan terhormat nafsu yang tak kaurendahkan.
5. Kebaikan itu ada di lima perkara: kekayaan hati, bersabar atas kejelekan orangnya lain, mengais rezeki yang halal, taqwa, dan yakin akan janji Allah.

_____
Sumber : Liputan6.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close