SIRAH

Kurma, Keistimewaan dan Manfaatnya

Oleh : Maspril Aries
Wartawan Utama/ Penggiat Kaki Bukit Literasi

BULAN  Ramadhan telah berlalu, 1 Syawal pun telah tiba. Masihkah di meja makan kita tersisa hidangan kurma? Kurma dalam bahasa latin ditulis (Phoenix dactylifera L.) merupakan buah dari tanaman keluarga Arecaceae yang memiliki biji dengan satu lembaga (monokotil).

Kurma identik dengan bulan Ramadhan karena buah ini begitu mudah dijumpai pada bulan penuh rahmat ini. Kurma adalah salah satu makanan favorit bagi umat Islam yang tengah menjalani ibadah puasa. Pada bulan Ramadhan, kurma banyak dihidangkan sebagai takjil untuk berbuka
puasa oleh umat Islam.

Setelah Ramadhan berlalu, masihkah kurma tersedia di meja makan dan menjadi pilihan diantara buah-buahan lainnya? Kurma di dalam Alquran ditulis dengan kata An-Nakhl, An-Nakhiil, An-Nakhlah dan An-Nakhlan yang berarti pohon kurma, kebun kurma dan buah kurma, seharusnya buah ini bisa tersedia kapan saja dan dimakan kapan saja, jadi tidak hanya pada bulan Ramadhan.

Kata An-Nakhl, An-Nankhiil, An-Nakhlah dan An-Nakhlan dalam kitab
Mu’jam Al-Mufarras Al-fadhul Quran, menyebutkan kata An-Nakhl, An-
Nakhiil, An-Nakhlah dan An-Nakhlan sebanyak 20 kali dalam 16 surat.

Menurut Abdullah Al-Qari B dan Hj. Salleh, dalam “Rahsia & Khasiat Air Zam-Zam, Buah Zaitun, Buah Tamar (Kurma)” (2004), kata-kata tersebut tertulis dalam Surat Ar-Rahman: 11 dan 68, surat Qaf: 10, surat Yasin: 34, surat As-Syu’ara’: 148, surat Ar-Ra’d: 4, surat Maryam: 23 & 25, surat Al-Baqarah: 266, surat Al-An’am: 99 & 141, surat An-Nahl: 11 & 67, surat Al-Isra’: 91, surat Al-Kahf: 32, surat Taha: 71, surat Al-Mu’minun: 19, surat Al-Qamar: 20, surat Al-Haqqah: 7 dan surat ‘Abasa: 29.

Dalam Alquran, Allah SWT selain menyebut buah kurma juga ada buah lainnya, diantaranya buah tin, zaitun, delima dan anggur. Aneka buah-buahan segar tersebut diciptakan Sang Khalik untuk umat manusia.

Buah kurma adalah buah yang banyak manfaatnya dibandingkan buah lainnya. Buah kurma bermanfaat cukup tinggi bagi manusia dalam aspek rohani dan jasmani. Salah satu manfaat buah kurma, Allah SWT menceritakan dalam Alquran tentang peristiwa Maryam saat akan melahirkan Nabi Isa ‘Alaihissalam.

Dalam Alquran surat Maryam: 23 & 25 Allah SWT menyebutkan, “Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal
pohon kurma, dia (Maryam) berkata,“Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.’’ (QS.Maryam (19):23).

‘’Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” & “Maka makan, minum, dan bersenang hatilah engkau.’’(QS. Maryam (19): 25- 26).

Dari ayat tersebut menurut Prof Dr Abdul Basith Muhammad Sayyid dalam buku, “Ketika Rasulullah Tidak Pernah Sakit” (2012), Allah SWT telah memerintahkan Maryam Al-Azra’ (yang perawan) untuk memakannya ketika sedang nifas (setelah melahirkan). Kadar zat besi dan kalsium yang dikandung buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam
proses pembentukan susu ibu. Juga dapat menggantikan tenaga ibu yang
terkuras saat melahirkan atau menyusui.

Menurut Prof Dr Said Hammad, dalam “Khasiat Kurma,” (2011), kurma adalah buah yang manis dan istimewa, kaya akan zat-zat gizi penting
bagi manusia. Satu kilogram kurma mengandung tiga ribu kalori. Atau, setara dengan jumlah kalori yang dibutuhkan laki-laki yang beraktivitas sedang dalam satu hari.

Baca Juga  Semua Nabi Beragama Islam

Kurma adalah salah satu makanan yang baik lagi halal dan tidak asing lagi
bagi umat Islam. Kurma merupakan makanan paling istimewa dan mempunyai khasiat tersendiri.

Kurma termasuk buah-buahan dari jenis palmae yang bergizi. Dalam buah kurma mengandung gula, karbohidrat, protein, lemak, serta beberapa unsur lain seperti vitamin yang sangat dibutuhkan bagi tubuh.

Di negara asalnya, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Benua Afrika seperti Mesir dan sekitarnya, kurma termasuk salah satu makanan pokok yang dapat mengenyangkan bagi manusia. Kurma juga dapat menjadi suplemen mengganti makanan yang dapat mengobati berbagai penyakit, khususnya kurma Nabi yaitu ‘Ajwah.

Hal ini sebagaimana dijelaskan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. Dari Saad r.a bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa mengkonsumsi kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun dan sihir.”

Selain hadis tersebut ada beberapa hadis Nabi yang terkait dengan manfaat dan keistimewaan kurma. Hadis riwayat Imam Bukhari : “Abu Musa berkata, Istriku melahirkan seorang anak laki-laki, kemudian aku bawa bayi itu menghadap Nabi, beliau memberinya nama Ibrahim, dan mentahnik-nya dengan kurma dan mendoakannya dengan keberkatan. Setelah itu
baru memberikannya kepada ku.”

Hadis lainnya : “Jabir bin Abdullah berkata, ketika batang kurma yang digunakan Nabi tidak terpakai lagi, kami mendengar suara tangisan keras dari batang kurma, sehingga Nabi meletakkan tangannya ke batang kurma itu, baru kemudian kurmanya diam.”

Kemudian hadis riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Rumah yang tidak ada kurma di dalamnya adalah rumah yang senantiasa lapar.” Serta hadis riwayat Sunan Abu Daud dan Sunan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang diantara kamu ingin berbuka puasa, maka hendaklah memulainya dengan kurma, karena ia memiliki keberkahan, jika tidak ada kurma, maka mulailah dengan air minum, karena ia menyucikan.”

Dalam beberapa hadis menyebutkan, Rasulullah SAW selalu memakan kurma pada saat berbuka puasa, Rasulullah juga memakan kurma yang dicampur dengan roti dan keju.

Selain kurma yang dikenal selama ini dalam bentuk kurma kering atau “Tamar” juga dikenal kurma dengan sebutan busr (kurma mentah), ruthab (kurma masak) dan, balah (kurma muda).

Menurut pakar kurma Prof Dr Ir Sudarsono dari Institut Pertanian Bogor (IPB), “Dalam budidaya kurma, perkembangan buah kurma secara umum dapat dikelompokkan ke dalam lima kelompok, yaitu hababouk, kimri, khalal, ruthob, dan tamr.”

Sejarah Pohon Kurma

Dari manakah asal tanaman kurma? Diduga berasal dari dataran Mesopotamia, Palestina atau sekitar Afrika bagian Utara (Maroko) 4000 tahun sebelum Masehi dan tersebar ke kawasan Mesir, Afrika, Asia Tengah dan sekitarnya sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Kurma dikategorikan buah tertua yang masih hidup sampai saat ini.

Menelusuri asal muasal kurma atau buah kurma, para pakar sejarah mencarinya dari catatan tertulis masyarakat Mesir Kuno sebelum dinasti-dinasti Firaun berdiri. Pada masyarakat Mesir kuno, pohon kurma telah digunakan sebagai bahan bangunan, daunnya dianyam untuk kerajinan dan kehidupan sehari-hari lainnya. Pada zaman kekaisaran Yunani-Romawi kuno, biji buah kurma ditemukan di kawasan ibukota kerajaan.

Baca Juga  Lebih Dekat dengan Abu Lukluk, Pembunuh Umar bin Khattab

Pada masa itu kurma telah menjadi bahan pangan dan diperdagangkan masyarakat. Menurut Cheng T Chao dan Robert R Krueger dalam “The Date Palm ( Phoenix dactylifera L.)” (2007), buah kurma sudah lama menjadi salah satu tanaman buah penting bagi daerah Semenanjung Arab, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Selama tiga abad terakhir, kurma sudah masuk produksi di beberapa kawasan negara seperti, Indonesia Australia, India/Pakistan, Meksiko, Afrika Selatan, Amerika Selatan dan Amerika Serikat.

Kisah lainnya, dalam ceritera Yunani kuno, asal muasal nama latin dari kurma (Phoenix) adalah mitologi burung api yang perkasa yang dianggap berasal dari Timur Jauh (far east) dengan bentuk fisik dari tanaman ini menyerupai sayap-sayap dari burung api yang diceriterakan.

Pada masa dinasti Firaun berkuasa di Mesir, buah kurma dan bijinya dianggap memiliki khasiat-khasiat istimewa. Diantara banyak khasiat yang dapat didokumentasikan adalah sebagai obat cacing, ramuan penyembuh luka luar, penyembuh penyakit hati dengan gejala dada terasa panas, digunakan sebagai stimulan pertumbuhan rambut, hingga diminum atau dioleskan ke hidung sebagai obat batuk dan pilek.

Kemudian pada abad pertengahan, para tabib muslim untuk pengobatan menggunakan sistem Greeko-Arab yang merupakan perkembangan dari sistem pengobatan Yunani. Ramuan-ramuan obat banyak mengikut sertakan kurma sebagai salah satu bahan dasarnya. Kurma digunakan sebagai bahan ramuan untuk afrodisiak (peningkat libido), analgesik dan antipiretik (penghilang rasa nyeri), anti-racun, anti-asma dan anti-inflamasi (pembengkakan pada saluran pernafasan dan ginjal), anti rabun-senja, anti-mencret.

Klaim pengobatan masa lalu tersebut jika digunakan saat ini tentu harus melalui uji klinis terlebih dahulu. Dengan pendekatan ilmu kesehatan, kurma mmemiliki sejumlah khasiat dan mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit karena semua bahan itu adalah penawar atau obat.

Banyak penelitian menemukan bahwa kurma adalah buah yang sangat tinggi nilai gizinya dan amat sesuai dengan tubuh manusia yang diciptakan Allah SWT. Kemudian kurma bisa memberikan manfaat bagi manusia dari mereka yang masih berusia bayi hingga orang tua.

Dalam pendekatan ilmu kesehatan kurma adalah mencegah stroke dan serangan jantung, mempercepat penyembuhan demam berdarah, mencegah pendarahan rahim, meningkat daya pikir otak dan menyuplai kebutuhan energi saat berpuasa, serta melindungi kulit dari infeksi.

Menurut Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, “Pengobatan Cara Nabi,” (1997) , khasiat dari kurma masak dapat memperkuat lever, merelaksasi usus, menambah produksi sperma dan menyembuhkan radang tenggorokan. Kurma masak sangat bergizi bagi tubuh karena esensinya panas dan basah, jika dimakan pada saat perut kosong kurma membantu mematikan cacing.

Demikianlah catatan singkat tentang keistimewaan, kegunaan dan manfaat kurma dalam kehidupan umat manusia. Menurut pepatah kuno Arab, “Kegunaan pohon kurma adalah sebanyak jumlah hari dalam stahun.”

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close