MUSLIMAH

Rezeki Berlimpah Setelah Menikah

Oleh Aminuddin
Jurnalis

Sebuah Pengakuan

KISAH ini dimulai saat saya masih menjadi seorang mahasiswi. Usia saya saat itu 21 tahun. Ketika itu, saya memiliki kekasih yang berusia satu tahun lebih tua dari saya. Dia adalah pria yang baik, tidak pernah mening galkan ibadah wajib dan memiliki usaha sablon pakaian sejak lulus dari SMA.

Memang, usahanya ini masih skala kecil, tetapi kesungguhannya untuk mandiri membuat saya percaya bahwa dia adalah pria bertanggung jawab yang bisa menjadi pemimpin rumah tangga yang baik.

Sebelum saya lulus, kekasih saya memberanikan diri untuk menemui orang tua saya dan meminta kesediaan mereka untuk merestui hubungan kami ke jenjang yang lebih serius. Orang tua saya keberatan, karena mereka tidak ingin kuliah saya berantakan karena menikah.

Mereka juga menganggap bahwa calon suami saya dan saya sendiri belum memiliki pondasi keuangan yang cukup untuk membangun rumah tangga.

Saya sadar bahwa uang memang bukan segalanya, tetapi saya juga sadar bahwa uang adalah hal yang penting untuk sebuah pernikahan, apalagi jika kelak saya sudah memiliki anak. Tetapi saya dan kekasih saya meyakinkan pada orang tua kami bahwa jodoh dan rezeki sudah ada yang mengatur, niat kami baik dengan menikah.

Kami tidak ingin pernikahan kami tidak mendapat restu, sehingga kami pelan-pelan meminta kepercayaan orang tua kami bahwa kami akan bertanggung jawab penuh pada keputusan kami untuk menikah.

Akhirnya restu itu kami dapatkan. Saya menikah sebelum usia 22 tahun. Setelah menikah, kami langsung tinggal di sebuah kontrakan kecil yang sangat sederhana. Sebenarnya, jika saya mau, saya bisa saya menumpang di rumah orang tua, tetapi kami memutuskan untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab atas keputusan kami, seperti janji kami kepada orang tua. Saya juga harus menuntaskan janji untuk lulus dengan nilai yang baik.

Jujur, saya melewati masa-masa yang sulit di awal pernikahan kami. Suami saya harus membiayai uang kuliah saya, membayar uang kontrakan, tagihan listrik dan sebagainya. Untuk makan, saya tidak keberatan hanya makan nasi, tahu dan sayur bayam bening setiap hari, saya menikmatinya.

Kami tetap percaya bahwa menikah tidak akan menutup pintu rezeki kami. Kami percaya rezeki kami telah dipersiapkan, tetapi rezeki itu tidak akan jatuh begitu saja, kami yang harus menjemput rezeki itu dengan berbagai usaha.

Banyak orang menyayangkan keputusan saya untuk menikah muda. Kehidupan saya yang berkecukupan sebelum menikah harus saya ganti dengan hidup sederhana bahkan prihatin. Tetapi janji Allah terbukti pada pernikahan saya,

Orang tua kami tidak menutup mata pada kehidupan pernikahan kami. Mereka sering menawarkan bantuan tetapi saya dan suami menolak dengan halus. Bukannya kami tidak tahu diri, tetapi saya dan suami benar-benar ingin belajar untuk mandiri dan menghargai setiap keping materi yang telah kami kumpulkan. Kami yakin, hal itu akan membuat kami lebih menghargai kerja keras dan lebih bersyukur.

Saya tidak diam saja, walaupun masa wisuda harus menunggu beberapa bulan, saya memberanikan diri untuk memulai usaha kecil. Saya sejak kecil gemar menanam tanaman hias, hampir semua tanaman hias yang ada di halaman rumah orang tua saya adalah hasil keterampilan tangan saya yang cukup sabar merawat tanaman. Saya pikir, kenapa tidak dibuat usaha saja, hasilnya bisa untuk membantu suami.

Suami saya mengizinkan saya dan memberi modal yang cukup untuk membeli beberapa pot, bibit tanaman, pupuk, kompos dan sebagainya. Saya memulai usaha ini hanya dengan dua lusin pot bunga. Saya jual pada warga di sekitar kontrakan dan mereka dengan senang hati membelinya. Saya juga tidak keberatan mengajari mereka bagaimana merawat tanaman tersebut dengan benar.

Mulai dari situ, saya menerima beberapa pesanan. Sedikit demi sedikit usaha ini berkembang hingga saya diwisuda. Saya sengaja tidak melamar pekerjaan di berbagai kantor, karena saya ingin fokus pada bidang ini.

Baca Juga  Melihat Bagaimana Hak dan Kewajiban Istri dan Suami

Dan pada saat yang sama, saya mendapat hasil positif pada tes kehamilan. Sungguh sebuah momen yang membahagiakan dan mengharukan, saya dan suami menangis karena bahagia, kami tidak berhenti mengucapkan syukur atas rezeki yang datang, tak hanya materi tetapi juga buah hati.

Sedikit demi sedikit, usaha tanaman hias dan usaha sablon suami saya berkembang. Saya mulai memperhatikan makanan untuk saya dan janin di rahim saya. Kami sudah bisa membeli tempat tidur yang lebih layak, karena sebelumnya, kami memakai kasur tipis. Kami mulai mencicil membeli pakaian bayi dan segala perlengkapannya. Semakin besar usia kandungan saya, kami merasakan banyaknya limpahan rezeki.

Dulu, saya sempat berpikir bagaimana jika saya hamil tetapi tidak punya biaya untuk memeriksakan kandungan ke dokter? Ternyata Allah menjawab doa saya dengan waktu yang tepat, saya dan suami sudah memiliki tabungan yang cukup, saya bisa memeriksakan kandungan ke dokter secara teratur. Hingga saat saya melahirkan, kami sudah memiliki cukup biaya. Putri kami lahir dengan sehat, kami memberinya nama Kayla.

Kehadiran Kayla semakin membuat suami saya bersemangat mengumpulkan rezeki. Saya juga, walaupun tidak sekeras sebelumnya karena saya harus merawat Kayla dan memberi ASI. Sekarang, usia Kayla sudah setahun. Saya sudah memiliki kios dan sebidang rumah kaca untuk mengembangkan usaha. Sedikit lagi, tabungan kami sudah cukup untuk membeli rumah sederhana.

Percayalah, jodoh dan rezeki sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana kita menjemputnya. Jangan takut untuk memutuskan menikah di usia muda, selama Anda dan pasangan saling mendukung, bekerja keras dan berdoa, rezeki tidak akan terhalang oleh status pernikahan. Bukankah Allah sudah menjanjikan akan membuka pintu rezeki melalui sebuah pernikahan?
Pintu Rezeki

ALLAH SWT berfirman :

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur: 32).

Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata :

اِلْتَمِسُوا الغِنَى فِي النِّكَاحِ

“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” Diriwayatkan dari Ibnu Jarir.

Imam Al-Baghawi menyatakan pula bahwa ‘Umar menyatakan seperti itu pula. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5:533.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Di antaranya,

وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ

“… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218, Tirmidzi, no. 1655. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Ahmad bin Syu’aib Al-Khurasani An-Nasa’i membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”.

Dalil lainnya yang menunjukkan menikah itu akan dibukakan pintu rezeki adalah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari, no. 1442 dan Muslim, no. 1010)

Ibnu Batthal rahimahullah menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah mengeluarkan infak yang wajib seperti nafkah untuk keluarga dan nafkah untuk menjalin hubungan kekerabatan (silaturahim).

Sumber Rezeki

Ada beberapa jalan rezeki yang tercantum di dalam kitab suci Al-Quran.

1. Bersyukur

Setiap manusia yang selalu bersyukur atas semua hal yang diterima sama saja dengan memberikan energi positif kepada diri sendiri.

Baca Juga  Ingat Lima Pilar Pernikahan Sebagaimana Dalam Alquran

Bahkan, rasa syukur tersebut akan memunculkan optimisme dalam menjalani kehidupan.

Firman-Nya dalam QS Ibrahim ayat 7:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.”

2. Bersedekah

Bersedekah adalah salah satu amalan yang menjanjikan dengan balasan yang besar. Bersedekah bukan hanya perihal uang, senyum juga termasuk dari hal sedekah.

Dengan bersedekah pula, Allah SWT akan memudahkan rezeki setiap manusia karena ia telah membantu orang-orang yang kurang mampu dengan rezeki yang dimilikinya.

Allah SWT berfirman da lam QS Al-Baqarah ayat 245 :

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

Jangan Menyerah, Inilah 7 Sumber Rezeki Menurut Al-Quran (1)

3. Beristighfar

Di saat kita mengalami kesulitan, beristighfar adalah salah satu cara yang bisa dilakukan unuk mendapatkan kemudahan. Pun kita akan selalu ingat kepada Allah SWT.

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh ayat 10-12)

4. Berusaha atau bekerja

Tanpa usaha dan kerja keras, rezeki akan terasa sulit didapat meskipun sudah selalu berdoa kepada Sang Pencipta.

Maka dari itu, doa yang diiringi usaha akan mempermudah jalan seseorang untuk mendapatkan rezeki.

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” (QS An-Najm ayat 39-41)

5. Rezeki yang tak terduga

Rezeki itu bisa datang dari mana saja, maka jangan sampai berpikir bahwa Allah SWT tidak memberikan rezeki apa-apa kepadamu, ya.

Sesuai dengan firman-Nya (QS At-Thalaq ayat 3) :

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Jangan Menyerah, Inilah 7 Sumber Rezeki Menurut Al-Quran (2)

6. Menikah

Selain dilakukan untuk menghindari zina, menikah juga salah satu jalan untuk mendapatkan rezeki.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 32 yang artinya:

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS An-Nur ayat 32)

7. Anak, cucu dan keluarga

Saat ini banyak orangtua yang menganggap anak sebagai alasan kemiskinan. Alhasil, mereka dengan kejinya membuang atau membunuh anaknya karena takut akan kemiskinan.

Padahal Allah SWT telah berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 31:

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”

Kesimpulan

Adalah kewajiban kita untuk mempercayai janji Allah. Jangan sampai bisikan-bisikan setan menyusup ke dalam hati. Karena itu dapat menggoyahkan keimanan kita terhadap kebenaran janji Allah Ta’ala, termasuk ketika Allah Ta’ala berjanji akan memampukan hamba-Nya yang miskin bila menikah.

Tiada yang sulit bagi Allah Ta’ala jika ingin memberikan karunia kepada hamba-Nya. Sungguh, Allah Ta’ala Maha Pemurah dan Pemberi rezeki. Tinggal kita meyakini atau tidak. Dengan keyakinan itu, hidup kita akan optimis dan selalu berpikir posititf.

Wallahu a’lam bishshawab

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button