MUSLIMAH

Suami -Istri, Tak Baik Selalu Bertengkar

Ada Saja penyebab sepele suami istri bertengkar.

 

Oleh Aminuddin
Jurnalis

Wahai saudara-saudaraku …

PASANGAN suami isteri yang sudah menikah tentu tak bisa lepas dari ber bagai cobaan dan rintangan. Artinya,
kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan mulus. Ada saja hal-hal yang dapat menimbulkan pertengkaran di dalam rumah tangga.

Bahkan, masalah kecil bisa menjadi biang keributan dan penyebab sepele suami istri bertengkar. Khawatirnya, bila pertengka ran sering terjadi, itu justru memicu keingi nan kuat dari kedua pasangan untuk bercerai.

Berikut beberapa masalah yang sering menjadi penyebab sepele suami istri bertengkar.

1. Kurang Berkomunikasi
kurang berkomunikasi penyebab suami istri bertengkar
Di zaman sekarang ini, banyak pasangan suami istri yang sama-sama bekerja. Alhasil, mereka pun hanya punya waktu berkumpul di rumah ketika malam hari.

Tak jarang, kesibukan masing-masing membuat keduanya tak punya cukup waktu untuk berkomunikasi. Sehingga, seringkali menimbulkan salah pengertian.

Suami tidak tahu masalah yang dihadapi istri, begitu pula sebaliknya. Inilah salah satu penyebab sepele suami istri sering bertengkar.

2. Pengelolaan Keuangan
Ketika pasangan tidak punya komitmen bersama dalam mengelola keuangan, di sinilah pertengkaran bermula.

Satu sisi, istri merasa tidak cukup dengan penghasilan suami. Di sisi lain, suami ti dak senang dengan kebiasaan belanja istri.

3. Kecanduan Hobi
Beberapa orang sulit mengontrol keingi nan untuk melakukan kegiatan yang ia sukai. Bahkan, seringkali lupa kalau dirinya sudah punya keluarga.

Sebagai contoh, suami hobi bermain game. Saking asyiknya main game, suami jadi cuek. Sementara itu, si istri lelah mengurus pekerjaan rumah sendirian.

Mungkin sekali atau dua kali tidak masalah. Namun, bagaimana jika hal tersebut dilakukan berkali-kali. Tentu, salah satu pihak merasa kesal kan.

4. Keinginan Berbeda
Baik suami maupun istri pasti memiliki keinginan masing-masing. Ragamnya keinginan itu terkadang dapat membuat keluarga bertengkar.

Mungkin saja, salah satu terlalu egois dan tidak mau mengalah. Sehingga, hal sepele semacam ini sering membuat suami istri bertengkar.

5. Pulang Terlambat
Tidak semua istri memiliki sifat penyabar dan mau mengerti ketika suami pulang terlambat.

Mereka akan memasang tampang geram atau ngambek ketika suami tiba di depan rumah. Parahnya lagi, mereka malah tega tidak membukakan pintu.

Padahal, penyebab sepele pertengkaran ini bisa dibicarakan baik-baik loh.

Seharusnya, sang istri bisa bertanya dulu ke suami tentang alasannya mengapa pulang terlambat. Apakah karena jalan macet atau bekerja lembur?

Wahai saudara-saudaraku …

Jika anda tetap bertengkar hindari 5 hal berikut ini.

1. Memberi Jarak dengan Maksud Menghukum

Jangan Lakukan 5 Hal Ini Setelah Bertengkar dengan Suami! 1.jpg

Setelah bertengkar dengan suami, Moms jangan memberi jarak dengan maksud un tuk menghukum. Butuh jeda setelah ber tengkar merupakan hal yang wajar selama Moms memberi pengertian kepada suami.

“Salah satu kesalahan terbesar dalam pertengkaran yaitu adanya penghalang atau jarak,” kata Rachel A. Sussman se orang psikoterapis dan pakar hubungan di New York.

Jangan dengan sengaja bermaksud memberi hukuman akan adanya jarak, karena hal ini dapat menahan suami untuk mengutarakan perasaan mereka. Untuk hubungan yang sehat, pakar menyebutkan maksimal waktu saling marahan ialah 24 jam atau sampai matahari terbit.

Apabila memang emosi Moms tidak cepat hilang, Moms dapat mengatakan “Emosiku tidak cepat hilang, beriku waktu 24 jam dan semua akan baik-baik saja.” Tetapi pastikan setelah 24 jam Moms memang akan benar-benar kembali untuk menyelesaikan masalah tersebut.

2. Ungkit Sebab Pertengkaran
bertengkar dengan suami

Jangan ungkit sebab pertengkaran setelah bertengkar dengan suami. Hanya mengatakan “aku tidak bersungguh-sungguh” karena ucapan menyakitkan Moms sebelumnya merupakan hal yang tidak tepat. Apa yang sudah terjadi tidak bisa diubah lagi.

Untuk itu, berfokuslah untuk mencari solusi dari pertengkaran dibanding mengungkit yang telah lewat.

3. Melakukan Hubungan Seks
5 Tips Menolak Hubungan Seks Saat Lelah

Banyak yang berpendapat bahwa berhubungan seks mampu meredam emosi tapi nyatanya jika salah satu pihak sedang tidak bergairah, jangan dipaksakan.

Tolak secara halus dengan memeluk suami agar tidak melukai perasaannya. Nyata nya, angry sex tidak pernah menyelesaikan masalah apapun, hanya meredamnya sementara waktu saja.

Dikutip dari Psychologytoday.com, seks setelah bertengkar bisa jadi berbahaya. Bukan hanya tidak akan menyelesaikan inti masalahnya, tapi juga malah membuat masalah semakin rumit.

4. Menghindar Jika Dads Ingin Berbagi Pendapat

bertengkar dengan suami 01.jpgSelang beberapa menit setelah perdebatan, cobalah saling terbuka untuk bertanya dan mendengar tentang rasa frustasi yang timbul setelah masing-masing pihak berpikir. Namun tidak masalah jika sharing terjadi beberapa hari setelahnya.

Jangan menghindari pembicaraan. “Komunikasi non-verbal sama kerasnya dengan berteriak,” ungkap Dr. Golland. Maka dari itu, saling meminta maaf dan dengarkan dengan baik.

Baca Juga  Wanita Muslimah Adalah Mutiara

Pertengkaran yang kemarin terjadi tetap harus didiskusikan apa sebab dan bagai mana solusinya agar ke depannya masalah yang sama tidak terulang kembali.

5. Media Sosial
Jangan Lakukan 5 Hal Ini Setelah Bertengkar dengan Suami!2.jpg

Jangan membagikan masalah ke media sosial setelah bertengkar dengan suami. Hal yang wajar jika Moms membutuhkan validasi atas perasaan yang dialami dari teman dekat, keluarga, atau rekan kerja. Tapi perlu dicatat, jangan jadikan konsumsi publik karena menurut psikoterapis Marni Feuerman hal ini akan merusak kepercayaan Moms dari suami.

Selain itu, orang-orang tidak akan banyak membantu, apalagi akan menilai hubungan Moms dan suami tidak harmonis. Ketimbang lewat sosial media, akan lebih baik untuk berbicara dengan orang yang dapat Moms percaya untuk dimintakan nasihat yang seimbang dan jujur.

Bagaimana dengan Islam?

Nah, berikut ini cara-cara mengatasi masalah rumah tangga secara islam:

Berpedoman pada Al-Quran dan As-Sunnah
Cara mengatasi masalah rumah tangga yang pertama pastinya Anda harus berpedoman pada Al-Quran dan As-Sunnah. Apapun masalahnya, kembalikan pada syariat agama. Ini akan membantu Anda menyelesaikan segala perkara dengan cara terbaik.

Diselesaikan Lewat Kasih Sayang
Setiap masalah yang terjadi dalam rumah tangga tidak harus diselesaikan lewat pertengkaran. Anda bisa mencoba menyelesaikannya lewat kasih sayang. Misalnya mengajak pasangan bercanda, memasakkan makanan lezat, atau jalan-jalan ke taman dan sebagainya.

Layaknya api yang dipadamkan dengan air, cara ini terbilang sangat efektif loh. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga selalu bersikap lembut dan penuh kasih sayang terhadap keluarganya. Jadi Anda pun juga harus meneladaninya.

Allah ta’ala berfirman: “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Qs. Ali Imran: 159)

Saling Memberikan Nasehat
Ketika ada masalah di rumah tangga, misalnya istri Anda marah karena sebab tertentu maka janganlah Anda ikutan marah. Tindakan tersebut akan membuat masalah semakin membuncah. Sebaliknya, kewajiban suami terhadap istri dalam Islam adalah memberikan nasehat yang baik kepada istri tentang peran wanita dalam Islam, fungsi ibu rumah tangga dalam Islam dan kewajiban wanita setelah menikah. Mintalah ia duduk di samping Anda, lalu peluk dia. Kemudian ucapkanlah perkataan yang lembut, sebuah nasehat yang bisa membimbingnya ke jalan yang benar.

Allah Ta’ala Berfirman:

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya maka nasehatilah maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di termpat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. Dan jika kamu khawatir ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan niscaya Allah memberi taufik kepada suami isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (An Nisa’ :34-35).

Fokus Pada Penyebab Masalah
Untuk menyelesaikan suatu masalah tentunya Anda harus mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu. Setelah tahu sebabnya, maka fokuslah pada inti masalah. Kemudian Anda bisa saling bermusyawarah untuk menemukan jalan keluar yang adil.

Menghindari Sikap Egois
Sikap egois pastinya ada dalam diri setiap manusia. Yakni perasaan tidak mau mengakui kesalahan dan merasa paling benar. Namun sebagai seseorang yang beriman dan bertakwa, hendaknya Anda menjauhi sikap egois. Terlebih lagi jika sudah berumah tangga. Sikap egois bisa menjadi pemicu pertengkaran secara terus-menerus. Istri tidak mau mengalah, suami tidak mau mengalah. Dua-duanya sama-sama keras kepala. Lalu bagaimana masalah tersebut bisa diselesaikan?

Saling Terbuka
Setelah menikah sebaiknya jangan ada rahasia diantara pasangan. Cobalah Anda bersikap terbuka. Segala masalah dan unek-unek di hati Anda akan lebih untuk diceritakan. Jangan memendam masalah sendirian ataupun menyembunyikan sesuatu. Itu akan menjadi pemicu kesalahpahaman dan yang berimbas pada hancurnya rumah tangga.

Bersikap Dewasa
Masalah tidak akan terselesaikan bila diatasi dengan cara kekanak-kanakan. Misalnya diam selama berhari-hari, saling ngambek, mogok makan dan sejenisnya. Sebagai orang tua sudah seharusnya Anda bersikap dewasa. Setiap ada masalah maka selesaikan dengan pikiran tenang dan dingin. Berdiskusi secara baik-baik, tidak perlu saling membentak. Selain itu Anda juga harus menanamkan sikap tanggung jawab dalam diri sendiri.

Saling Memaafkan
Masalah tidak akan selesai jika Anda dan pasangan sama-sama keras kepala dan tidak mau meminta maaf duluan. Cobalah bersikap saling memaafkan. Toh, manusia tidak ada yang lepas dari kesalahan. Memaafkan tidak berarti menjatuhkan harga diri. Memaafkan itu lebih disenangi oleh Allah Ta’ala. Dan orang-orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain maka baginya balasan yang indah di sisi Allah Ta’ala.

Baca Juga  Hadist : Keutamaan Shalat Berjamaah Bagi Kaum Lelaki

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah : 263)

Bermusyawarah
Daripada menguatkan pendapat pribadi, lebih baik Anda mencoba bermusyawarah untuk men dapatkan keputusan yang adil dan mufakat. Bermusyawarah ini sangat penting. Sebab dengan saling menukar pikiran maka proses pemecahan masalah akan jadi lebih mudah.

Perintah musyawarah juga dijelaskan dalam Al-Quran:

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Q.S. Ali Imran: 159)

Mengendalikan Emosi
Menghadapi masalah juga tidak boleh selalu menuruti emosi. Seseorang yang bisa mengontrol amarahnya lebih disukai oleh Allah Ta’ala. Orang-orang yang sabar biasanya lebih banyak teman, berwibawa dan orang yang tidak suka marah juga dijanjikan surga oleh Allah Ta’ala.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah k akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.” (HR.Ahmad, Dawud, Tirmidzi, dan Ibu Majah)

“Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga.” (HR. At-Thabrani)

Menjaga Komunikasi
Komunikasi yang lancar perlu dijaga untuk menghindari ataupun mengatasi masalah rumah tangga. Dengan berkomunikasi maka salah paham bisa dihindari. Perkara apapun itu, besar kecil sebaiknya selalu dikomunikasikan dengan pasangan.

Saling Percaya
Untuk mengatasi masalah rumah tangga juga diperlukan sikap saling percaya. Apabila kepercayaan sudah hilang maka apapun yang dilakukan pasangan pasti dianggap salah. Sebisa mungkin hindari sikap suudzon atau prasangka buruk karena itu bisa menyesatkan hati.

Allah Ta’ala berfirman “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain.” (Al-Hujurat: 12)

Belajar dari Pengalaman
Masalah yang datang di kehidupan keluarga wajib diselesaikan. Setelah itu, Anda harus bisa mengambil pelajaran dari masalah tersebut. Sehingga bisa dihindari agar tidak terulang kembali.

Menerima Perpedaan Pendapat
Perbedaan pendapat dalam rumah tangga adalah sesuatu yang biasa. Tidak mungkin juga Anda menyamakan pendapat Anda dengan pasangan. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah mencari jalan tengah dan berusaha menerima perbedaan tersebut.

Menyadari Bahwa Hidup Sementara
Masalah yang datang di kehidupan, entah itu masalah rumah tangga ataupun lainnya hendaknya tidak dipandang terlalu serius. Yang ada malah Anda jadi stress. Pahamilah bahwa hidup cuma sementara. Apabila ditimpa musibah maka kembalikan pada Allah ta’ala. Anda juga tidak perlu membeci orang lain (sekalipun dia memang salah) secara berlebihan.

Sabar dan Ikhlas
Kunci untuk mengatasi masalah rumah tangga secara islam berikutnya adalah menerapkan sabar dan ikhlas. Kedua sikap ini memang tidak mudah. Tapi jika Anda mampu bersabar atas perkara yang menimpa maka kelak Allah akan mendatangkan kebahagiaan dan pahala.

Bersikap Jujur
Cara terakhir adalah bersikap jujur. Ketika ada masalah jangan malah berbohong hanya demi menghindari amarah pasangan. Lebih baik berkata jujur. Jujur itu adalah sifat yang disukai oleh Allah Ta’ala dan bisa mempermudah penyelesaian masalah.

Mengakhiri tulisan ini, berikut doa yang bisa dibaca suami isteri agar dijauhkan dari pertengkaran.

“Allaahumma a’innaa wa laa tu’in ‘alainaa wanshurnaa wa laa tanshur ‘alainaa wamkur lanaa wa laa tamkur ‘alainaa wahdinaa wa yassiril hudaa lanaa wanshurnaa ‘alaa man baghaa ‘alainaa. Allaahumma taqabbal taubatanaa waghsil haubatinaa wa ajib da’watanaa wahdi quluubanaa wa saddid lisaananaa wa tsabbit hujjatanaa waslul sakhiimata quluubinaa.”
Artinya:

” Ya Allah, tolonglah kami dan jangan Kau biarkan kami, menangkanlah kami dan jangan Engkau sia-siakan kami, tunjukkanlah kami serta mudahkanlah kami menerima petunjuk-Mu dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang menzalimi kami. Ya Allah, terimalah taubat kami, bersihkanlah kesalahan kami, kabulkanlah doa kami, tunjukkanlah hati kami, baguskan dan benarkanlah lisan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan enyahkanlah kedengkian yang ada di hati kami.”.(HR Thabrani, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Wallahu a’lambishshawab ..

________

Sumber literasi :

1. Indozone.id

2. Orami.co.id

3. Dalamislam.com

4. Liputan6.com

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close