NASIHAT

Puisi-puisi Aminuddin

Aminuddin
Jurnalis

Puisi 1

Senja di BKB

RAMAI orang berdatangan
Sendiri bersama riang gembira
Duduk bersila sambil bercengkrama
Bikin iri yang melihatnya

Jauh-jauh mereka datang
Pengin melihat matahari terbenam
Menyemburat sendu
Di balik lalu-lalangnya motor ketek
dan beragamnya perahu

Pedagang kaki lima sibuk melayani
Pembeli yang ramai mengantri
Menjemput dahaga dan rasa lapar
Di tengah tibanya waktu magrib.

Ssssst …
Bedug ditabuh
Suara azan pun berkumandang
Merdu nian
Satu-satu jamaah masuki masjid
Berbaris rapi membentuk shaf

Allahu Akbar …
Shalat berjamaah pun dimulai

Di luar mulai gelap
Malam sudah tiba

Aku dimana?

Baca Juga  Betapa Besarnya Peranan Ayah dalam Menyelamatkan Keluarga

Astaghfirullah
Lupa saatnya kushalat
Bergegas datangi masjid
Sayang terlambat

Puisi 2

Kota Yang Kutinggalkan

KOTA yang kutinggalkan
masih seperti dulu
Anak-anak bermain bola sepak
Mengadu tangkas layang-layang
Berlari mengejar uang recehan

Masih seperti dulu
Ibu-ibu berkumpul di garang
Mencari kutu
Bercerita lucu
Tawa sesekali terdengar
Jelang magrib mereka pun bubar

Masih seperti dulu
Remaja tanggung nongkrong di warung
Petik gitar nyanyi bersama
Merdu terdengar suaranya
sampai ke tepian sungai
yang airnya mulai menyurut

Tidak seperti dulu
Kini macet dimana-mana
Gedung pencakar langit tak terhitung
jumlahnya
Dibikin pangling karenanya
Langkah tersedak tak tahu arah
Ke sana atau ke sini ya?

Baca Juga  Melawan Putus Asa

Kenten Laut, Jumat, 1 Oktober 2021

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close