SIRAH

Inilah Suhaib, Seorang Dermawan Baik Hati dan Pemurah

  Oleh : H. Emil Rosmali ( Wartawan Satujalan.com )

Sahabat Rasulullah itu banyak. Tetapi, tidak banyak yang dicemburui oleh para sahabat lain, karena dia begitu pemurah kepada orang lain. Siapakah dia? Dia adalah Suhaib, seorang anak hakim di sekitar wilayah Bashrah.

Tetapi, malah bersedia menjadi seorang budak dalam masa yang cukup lama, sekalipun akhirnya dia menjadi kaya dan pemurah serta suka membantu orang lain yang miskin. Hingga akhirnya menjadi seorang pedagang yang kaya di daerah itu.

Nama Suhaib tidak banyak terdengar di kalangan umat Islam, tetapi dalam Sirah Annabawiyah, namanya tertulis. Ia adalah seorang yang begitu dimuliakan oleh Rasulullah SAW, dan bahkan Umar Bin Khattab pun cemburu padanya, karena dia menjadi seorang yang baru masuk Islam tetapi begitu taat beribadah, bahkan disayang Rasulullah, dan diapun menjadi kaya raya karena pandai berdagang dan suka membantu.

Kisah Pilu

Di dalam buku kisah-kisa Sirah Annabawiyah,  dijelaskan secara rinci, kisah pilunya sebagai budak. Seorang penjual budak menjualnya kepada salah satu orang kaya Mekah. Ia menjadi budak dengan segala konsekwensi yang menyedihkan. Nama dari yang mempekerjakannya adalah Abdullah bin Jad’an. Beberapa lama bersama tuan barunya tersebut, Suhaib memperlihatkan kualitas diri yang menunjukkan bahwa dia sebenarnya tidak layak menjadi seorang budak. Karena Ia memiliki kecerdasan, etos kerja yang tinggi, dan ketulusan hati.

Baca Juga  Kurma, Keistimewaan dan Manfaatnya

Lalu Abdullah bin Jad’an pun membebaskan Suhaib ar-Rumi, dan berubahlah statusnya dari seorang budak menjadi orang merdeka. Setelah merdeka, Suhaib memulai jalan hidupnya di Mekah sebagai pedagang sehingga ia menjadi salah seorang pedangang yang sukses di Ummul Qura tersebut.

Ammar bin Yasir mengisahkan, bahwa ,”dirinya berjumpa dengan Suhaib bin Sinan di depan pintu rumah al-Arqam, saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di dalam rumah itu. Aku berkata kepada Suhaib, “Apa yang kau inginkan?” Namun Suhaib malah balik bertanya, “Kamu juga, apa yang kau inginkan?” Lalu kujawab, “Aku ingin masuk ke dalam rumah ini menemui Muhammad, lalu mendengarkan apa yang ia sampaikan.” Kata Suhaib, “Aku juga menginginkan hal yang sama.”

Ammar melanjutkan, “Kami berdua pun masuk ke dalam rumah al-Arqm, lalu menyatakan keislaman kami. Lalu kami berdiam di rumah hingga tiba sore hari, kemudian keluar dari rumah dalam keadaan takut.”

 Salah satu peristiwa yang paling terkenal dan sangat mengagumkan dari perjalanan hidup Suhaib adalah kisah hijrahnya beliau radhiallahu ‘anhu.  Saat dalam perjalanan dari Mekah menuju Madinah, Suhaib dicegat oleh orang-orang Mekah. “Wahai Suhaib, engkau datang kepada kami dalam keadaan miskin dan hina, kemudian hartamu menjadi banyak setelah tinggal di daerah kami. Setelah itu terjadilah di antara kita apa yang terjadi (perselisihan karena Islam). Engkau boleh pergi, tapi tidak dengan semua hartamu.” Suhaib pun meninggalkan hartanya tanpa ia pedulikan sedikit pun.

Baca Juga  Menjaga Diri dari Harta yang Haram

Kemudian sampailah Suhaib di Madinah, lau ia berjumpa dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang langsung mengucapkan, “Perdagangan yang amat menguntungkan wahai Abu Yahya, perdagangan yang amat menguntungkan wahai Abu Yahya.”

Suhaib berkata, “Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun yang melihat apa yang kualami.” Beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jibril yang memberi tahuku.” Lalu turunlah ayat; “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 207)

Suhaib dikenal sebagai seorang sahabat yang sangat dermawan dan sangat suka memberi orang-orang miskin makan. Umar bin Khattab pun sempat cemburu dengan kedermawanan Suhaib, kendati Umar adalah orang yang sangat penyantun dan dermawan juga. Wallahu’alam.(*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button