DUNIA ISLAM

Ini Caranya Agar Kita Tenang dan Bahagia

Berbagai keluhan dari mereka yang merasa tidak tenang dan merasa belum berbahagia, karena kondisi ekonomi yang meliputi, atau persoalan psikologis  atau jiwa yang tidak bisa diatur sesuai irama kehidupan

Mengapa Merasa Belum Bahagia. Pertanyaan ini seringkali muncul dari hati setiap kita. Sulit menemukan jawabannya, namun sebenarnya kita sering mendengar obat hati yang belum bahagia itu. Apalagi jika kita menyimak ayat-ayat Alquran, maka akan ditemukan banyak ayat yang menjelaskan jawaban agar hati bisa tenang dan bahagia.

Berbagai keluhan dari mereka yang merasa tidak tenang dan merasa belum berbahagia, karena kondisi ekonomi yang meliputi, atau persoalan psikologis  atau jiwa yang tidak bisa diatur sesuai irama kehidupan. Bisa karena keluarga, atau pun bisa juga karena persoalan orang lain yang kurang memahami kita,a atau kita yang kurang peduli dengan orang lain. Banyak masalah yang menyebabkan kesemua itu.

Namun, para ulama menyebutkan, bahwa bisa jadi kurang atau tidak merasa bahagia karena kita diliputi oleh dosa. Makanya, kita diajurkan untuk bertaubat. Memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang kita miliki. Karena apada hakikatnya, permohonan ampun itu, bisa akan membuat kita lebih tenang hatinya.

Coba kita simah firman Allah ini,; Dan (Hud berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (QS. Al Hud (11): 52)

Kalau bertaubat, dan memohon ampun kepada Allah, niscaya Allah akan menurunkan hujan yang sangat deras. Para ulama menyebut ini sebagai pertanda rezeki yang akan meliputi kita. Karena huja adalah rahmat Allah. Allah pun akan menambah kekuatan kepada kita.

Baca Juga  Berkawanlah Kalian dengan Saling Mencintai

Bisa kita simak pada firman Allah ini; bagaimana Allah menurunkan rezeki setelah kita bertaubat :   Allah berfirman tentang proses hujan yang dapat menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan di sekitar kita. ”Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak, dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, serta kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”( QS.Al An’aam: 99).

Berputus Asa Dari Rahmat Allah

Lalu, keresahan hati dan jiwa juga muncul karena, kita selalu berputus asa dari rahmat Allah sebagaimana FirmanNya; ‘’Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.

Padahal Firman Allah menyebutkan agar kita tetap tenang dan jauhkan prasangka, karena sesungguhnya Allah maha penyayang kepada hamba-Nya:  ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’,” (QS. Az-Zumar [39]: 53).
Manusia ini, memang agak kurang bersabar, yang menyebabkan dirinya selalu ingin sesuatu dan langsung jadi. Padahal, Allah menyebutkan dalam firmannya. “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(QS.Al Baqarah (2): 153).

Baca Juga  Paksakan Diri dan Tekun Menjalankan Perkara Ibadah Syariat Islam

Cara kita bersabar, adalah dengan mensyukuri apa yang diberikan oleh Allah kepada kita. ‘’Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim (): 7).

Artinya janji-janji Allah adalah maha benar. Sehingga tak baik kiranya, jika semua masalah dijadikan sebagai suatu persoalan yang membuat kita jadi merasa kurang. Kurang dalam nafkah, kurang dalam soal kasih-syang, dan merasa kurang dalam ketenangan jiwa. Inilah yang menyebabkan kita tidak merasa bahagia.

Padahal, setelah kesulitan akan berganti dengan kemudahan.”  “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan” (QS. Al Insyirah: 5-6)

Jika demikian tentulah kita tak mesti lagi merasa terbebani dengan sejumlah masalah dan jangan lagi merasa kurang terhadap apa saja, karena semua akan diberikan Allah kebahagian itu. Berbahagialah dan jalani hidup ini dengan sebaik-baiknya.(*)

Penulis: Bangun Lubis

Pemimpin Redaksi Satujalan.com

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button