SIRAH

Kisah Suami-Istri, Zaman Nabi Musa Kaya Mendadak Setelah Sedekah

Sepasang suami-istri yang miskin pada masa kerasulan Nabi Musa, yang kemudian kaya raya, karena suka bersedekah,

 

Oleh: Bangun Lubis (Pemimpin Redaksi SATUJALAN NETWORK )

Kisah tentang sepasang suami-istri yang miskin pada masa kerasulan Nabi Musa, yang kemudian kaya raya, karena suka bersedekah, bisa jadi sudah pernah kita dengar. Tapi, kisah itu tidak usang dimakan zaman. Kisah ini masih menjadi trending dan menjadi sebuah inspirasi yang kuat bagi setiap kita.

Pada saat itu, sepasang suami-istri ini, sudah berusaha mencari pekerjaan namun, pekerjaan yang mereka lakukan tidak dapat menghidupi mereka secara laik. Kadang ada pekerjaan, kadang tidak ada. Kesusahan hidup terus menyelimuti mereka. Sekali makan, berkali – kali kelaparan. Hingga akhirnya mereka teringat bahwa ada seorang Nabi yang sangat baik.

Sang itsripun bertanya kepada suaminya. “Suamiku,”ujar sang istri memulai pembicaraan. “Ya”, jawab sang suami dengan suara lirih. “Kan Musa itu adalah Nabi Allah.” Ýa benar,”jawab sang suami.

Sang istri manyambung ungkapan yang ada di hatinya,: “Kalau begitu kenapa kita tidak pergi mendatanginya dan mengadukan keadaan kita kepadanya. Kita meminta padanya agar berbicara kepada Tuhannya tentang keadaan kita dan memintakan agar kita diberi kekayaan, agar kita bisa hidup senang dan berkecukupan selama menjalani sisa hidup kita.”

Singkat cerita, Esok harinya, keduanya mendatangi Nabi Musa dan menyampaikan keinginan tersebut. Nabi Musa pun bermunajat menghadap Allah dan menyampaikan keinginan keluarga tersebut. Sedangkan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat, tidak ada sesuatu pun di langit dan bumi ini yang tersembunyi dari-Nya.

Allah menjawab permohonan Nabi Musa. Allah berfirman: “Wahai Musa, sampaikan kepada mereka bahwa Aku telah mengabulkan permintaan mereka dan Aku akan memberi mereka kekayaan, tetapi selama satu tahun saja. dan setelah satu tahun, Aku akan kembalikan mereka menjadi orang miskin.”

Dahsyatnya Sedekah

Baca Juga  Rasulullah, Sekalipun Dijahati Membalas dengan Kebaikan

Mendengar kabar dari Nabi Musa itu, pasangan suami istri ini sangat gembira luar biasa tentunya. Benar saja, beberapa hari kemudian, rezeki datang dari arah yang tidak mereka ketahui hingga menjadikan mereka kaya raya di tengah masyarakat. Kehidupan mereka pun berubah dan mereka hidup senang dan bahagia. Sang istri pun berkata kepada suaminya, “Wahai suamiku, ingatlah kita diberi kekayaan ini hanya satu tahun dan setelah itu kita akan jatuh miskin lagi seperti sedia kala.”. Suami menjawab, “Ya, memang begitu ujar Musa,”jawab suami.

 Sang istri merenungkan nasib mereka selama ini, betapa kemiskinan telah membuat kehidupan mereka berantakan. Sehingga ia berkata kepada suaminya: “Kalau begitu, kita gunakan saja kekayaan ini untuk membantu banyak orang. Selama setahun ini kita akan memberi makan orang-orang fakir, miskin dan menyantuni anak yatim mumpung kita masih punya harta.”

Sang suami pun setuju dengan gagasan itu. Karena mengenang ondisi serba kesulitan yang dihadapi mereka sebelumnya, tentu bagitu pula kondisi orang-orang fakis, miskin yang masih banyak di sekeliling mereka. Suami pun kemudian menerima ajakan istrinya untuk membantu fakir misin dan anak-anak yatim serta mereka yang susah.

Dalam kisan yang tertulis pada laman Badang Wakaf Indonesia (bwi.go.id, yang diunggah07/02/2022) ini, disebutkan pasangan ini pun kemudian membangun rumah singgah untuk membantu para musafir. Rumah itu dibangun dengan tujuh pintu, masing-masing pintu menghadap ke jalan yang berjumlah tujuh persimpangan.

Keluarga ini pun mulai menyambut setiap musafir yang datang dan memberi mereka makan dan tempat singgah gratis, siang malam. Mereka terus sibuk melayani selama berbulan-bulan. Setahun berlalu sepasang suami istri ini tetap sibuk membantu para musafir dan memuliakan tamu yang berdatangan. Kehidupan mereka pun tetap kaya. Mereka lupa dengan tenggat waktu yang ditetapkan Allah tersebut.

Baca Juga  Nabi Zakaria, Menanti Kelahiran Putra Hingga Usia 90 Tahun

Melihat itu, Nabi Musa pun heran, lalu bertanya kepada Allah: “Wahai Rabb, Engkau telah menetapkan syarat kepada mereka hanya satu tahun. Sekarang, sudah lewat satu tahun tetapi mereka tetap hidup kaya?”

Allah berfirman: “Wahai Musa, Aku membuka satu pintu di antara pintu-pintu rezeki kepada keluarga tersebut, lalu mereka membuka tujuh pintu untuk membantu hamba-hamba-Ku. Wahai Musa! Aku merasa malu kepada mereka. Wahai Musa! Apakah mungkin hamba-Ku lebih dermawan dari-Ku?”

Kemudian Nabi Musa menjawab: “Maha Suci Engkau Ya Allah, betapa Maha Mulia urusan-Mu dan Maha Tinggi kedudukan-Mu”

Dari kisah ini dapat kita petik pelajaran berharga betapa dahsyatnya keutamaan bersedekah. Dalam satu Hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Tidak ada satu hari pun yang seorang hamba memasuki waktu pagi padanya, kecuali ada dua Malaikat yang turun dari langit dan salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah ganti untuk orang yang berinfak.’ Dan Malaikat yang lain berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan untuk orang yang menahan diri tidak berinfak dan mengambil sesuatu yang bukan haknya.”

Dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman: (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”(QS. Ibrahim: 7) kemudian, Allah pun berfirman ;“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’: 39)

Kisah ini begitu menginspirasi tentunya, bagi kita semua tanpa terkecuali, dapat mengambil pelajaran.(*)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button