DUNIA ISLAM

Beramal Ikhlas , Memurnikan Diri

 

SATUJALAN NETWORK – Secara bahasa, ikhlas artinya murni. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ikhlas berarti bersih hati, tulus hati. Dalam hal hubungan sesama manusia, ikhlas adalah memberi pertolongan dengan ketulusan hati.

Artinya: “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS. Al-An’am: 162-163).
Begini difirmankan Allah kepada Muhammad, agar pengakuannya terhadap keikhlasan dalam menjalankan perintah dan larangan Agama menjadi penting bagi ummatnya. Muhammad adalah panutan ummat, karenanya kita pantaslah menauladani keikhlasan yang dilakukan beliau, hingga menjadi sebuah kebiasan yang kontineu dijalankan. Ikhlas hendaklah menjadi sebuah prilaku setiap saat.

Jangan sampai  seperti yang dikatakan oleh Iblis, “Wahai Tuhanku, lantaran Engkau telah memastikanku bersalah dan sesat, pastilah aku akan menjadikan keturunan Adam memandang indah perbuatan maksiat kepadaMu di mua bumi, dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka semua dari jalan Hidayah, kecuali hamba-hambaMu yang Engkau berikan hidayah kepada mereka, lalu mereka mengikhlaskan ibadah (Muckhlis) kepadaMu semata, bukan pada mahklukMu.(QS. Al Hijr : 39-40)

Baca Juga  Ummatan Wasathan, Membuktikan Ummat Islam Sebagai Umat Pilihan

Ini suatu perisai yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya. Tidak akan mempan akan godaan syetan (iblis) ketika seseorang selalu menikhlas-kan ibadah hanya kepada Allah semata, bukan karena dan kepada yang lain dari Allah SWT.

Allah memerintahkan ummat-Nya sebagaimana firman berikut: Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)”.(QS. Al Araf : 29)

Firman Allah lainnya, “Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”( QS. Al Ghofir: 14).

Baca Juga  Mengisi Hari-hari Bermanfaat di Tahun 2022

Selanjutnya Allah mengutarakan dalam frimannya, artinya “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”(QS. Al Bayyinah: 5).


Maksud dari agama yang lurus dari ayat tersebut adalah kita terjauhkan dari hal-hal syirik dan menuju kepada tauhid. Disinilah kedudukan ikhlas yang begitu penting dalam amal ibadah, agar amalan-amalan tidak sia-sia dan tidak mendapatkan azab di dunia maupun akhirat kelak.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button