NASIHAT

Melakukan Segala Sesuatu Dengan ikhlas Adalah Perbuatan Terpuji

 

 Oleh: Bangun Lubis

 Ikhlas adalah kunci dalam beribadah. Melakukan segala sesuatu dengan ikhlas merupakan perbuatan terpuji.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ikhlas berarti bersih hati, tulus hati. Dalam hal hubungan sesama manusia, ikhlas adalah memberi pertolongan dengan ketulusan hati. Sementara itu, keikhlasan berarti sebuah kejujuran atau kerelaan.

Dalam Islam, seperti dikutip dari buku Ikhlas karya Dr. Umar Sulaiman al-Asygar ikhlas merupakan satu-satunya tujuan ibadah. Ikhlas adalah ajaran yang menjadi dasar diutusnya semua rasul Allah SWT. Ikhlas adalah inti dakwah para rasul.
Kita sering bertanya-tanya , sesungguhnya pekerjaan ikhlas itu bagaimana. Jawabnya, ikhlas adalah karena Allah SWT. Tidak dicampuri dengan sesuatu apapun kecuali hanya karena Allah semata. Maka dengan begitu kita akan memperoleh imbalan pahala atau kebaikan dari Allah SWT.

Perkara ibadah dan pekerjaan sehari-hari    yang harus dilalui dengan niat yang ikhlas agar mendapatkan keridhoan dari Allah SWT. Dalam Islam,  para ulama menyebut kan, bekerja tidak semata-mata dikaitkan dengan hanya untuk mencari rezeki materi saja, melainkan juga dipandang sebagai cara untuk beribadah kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.  Segala usaha yang kita lakukan, seluruh manfaat yang kita hasilkan, jika diniatkan karena Allah, akan akan bernilai ibadah dan meraih pahala.

Karenanya, semua kegiatan kita, baik yang menghasilkan uang maupun tidak, selama memiliki nilai tambah bagi diri dan orang lain, maka itu termasuk dalam kategori bekerja dan beramal shalih. Karena kegiatan itu ditujukan untuk mencari ridha Allah, maka diharapkan manusia akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus memberikan yang terbaik, di luar balasan materi atau non-materi yang didapatkannya dari manusia lain.

Baca Juga  Luar Biasa, Baca Basmallah Dapat Selamatkan Diri di Dunia dan Akhirat

 Bekerjalah dengan ikhlas

Dalam Al-Qur’an disebutkan: Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah: 105).

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. Dan kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). (QS. An-Najm: 39-42).

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS. Al-Insyirah: 7-8).

Allah swt. adalah sebaik-baik pemberi balasan. Tidak akan sia-sia setiap kebaikan yang kita lakukan. Manusia sebaliknya, ia sering lupa, pengetahuannya tak sempurna, keputusannya tidak selalu adil atau bijaksana. Maka, jika hanya mengharapkan balasan darinya, kita lebih mungkin kecewa. Kalau kita bekerja hanya berdasarkan imbalan yang kita terima atau pengawasan dari manusia semata, tidak akan maksimal kerja kita. Semua jadi terasa berat dan hampa, sekedar rutinitas untuk melewati jam kerja sampai akhir bulan tiba beserta gaji kita

Baca Juga  Beramal Ikhlas , Memurnikan Diri

Rasulullah saw. bersabda:“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin sesunguhnya dia telah beruntung, barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka sesungguhnya ia telah merugi, dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka sesungguhnya ia terlaknat.”(HR Dailami).

Kemudian Rasulullah SAW dalam sabdanya yang lain: “Allah SWT mencela sikap lemah dan tidak bersungguh-sungguh. Kamu harus memiliki sikap cerdas dan cekatan, namun jika kamu tetap terkalahkan oleh suatu perkara, maka kamu berucap ‘cukuplah Allah menjadi penolongku, dan Allah sebaik-baik pelindung.’” (HR. Abu Dawud). “”Berpagi-pagilah dalam mencari rezeki dan kebutuhan, karena pagi hari itu penuh dengan berkah dan keherhasilan.” (HR. Thabrani).  ”Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari).

Tentu kita tetap harus menuntut hak kita dalam bekerja. Jangan sampai kita diperlakukan tidak adil atau merasa teraniaya. Namun, jangan biarkan hal itu menodai keikhlasan kita.

Hendaklah diyakini, bila kita melakukan kebaikan dengan sungguh-sungguh, maka kebaikan pula yang kita dapatkan. Cepat atau lambat semua usaha yang baik akan membuahkan hasil yang menggembirakan. ” Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. (QS. Thaha: 112). Wallahu’alam.(*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button