DUNIA ISLAM

Rezekimu Sudah Selesai, Jangan Ada Lagi Kekhawatiran

Tak Usah Takut, Allah Jamin Rezekimu  

Oleh: Bangun Lubis (Wartawan Satujalan.com]

 Sampai capek  si Silsilah, pontang – panting ke sana- ke mari, untuk mencari pekerjaan tambahan agar bisa menghidupi keluarganya. Kendati usia sudah 55  dan ia merasa harus ada pekerjaan tambahan ini, tiada lain bisa memperoleh yang namanya rezeki atau tambahan. Maklum masih ada tiga anak yang kuliah.

Tentu bukan Silisilah saja yang melakukan kerja keras dan memiliki pendapat begitu. Harus kerja keras dan mencari nafkah terus menerus. Bahkan kadang sebagaimana juga dialami Silsilah, ibadah seperti salat tertinggal dibuatnya. Kalu pada bulan Ramadhan, puasa pun urung hanya karena mengira capek dan lelah mengerjakan pekerjaan sambil berpuasa.

Ternyata pendapat demikian sebenarnya salah. Karena Allah telah menjamin Rezeki setiap makhluk yang lahir ke bumi ini. Bukan juga tidak wajib berusaha, tetapi hendaklah bekerja dan usaha untuk memperoleh rezeki itu tidak sampai meninggalkan ibadah dan salat maupun berinfak kepada orang yang membutuhkan.

Dalam sebuah Group Diskusi Generasi Pengamal Al Quran (GPA) Jamaah Masjid Al Furqon, Rabu Malam Kamis Pekan Pertama Mei lalu, yang saat itu dipandu oleh H Djuliar Rasyid, Ustadz Habibullah dan   yang mengetengahkan dalil-dalil tetang Rezeki mengemukakan bahwa Rezeki adalah rususan Allah SWT.

Awal pemaparan yang disampaikan, didefenisikan terlebih dahulu pengertian Rezeki yaitu ; segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki.  Begitu pula anak laki-laki atau anak peremupuan termasuk rezeki. Kemudian, kesehatan, ketengan bathin. Dijelaskan rezeki maknanya, dan terdiri dari dua macam. Pertama, yang bersifat zhahirah (nampak terlihat), semisal bahan makanan pokok. Kedua, yang bersifat bathinah bagi hati dan jiwa, berbentuk pengetahuan dan ilmu-ilmu.

*Tidak Berpangku Tangan*

Tapi, bukan berarti manusia lantas hanya berpangku tangan. Dalam hidup, ia perlu memenuhi kebutuhannya, maka ia harus berusaha untuk mencari nafkah, mengupayakan rezeki dari Allah. Walaupun rezeki itu sifatnya sulit ditebak terkadang bahkan tidak disangka-sangka, namun  Allah memberikan jaminan melalui  Al qur’an. Disana dijelaskan tentang rezeki yang Allah berikan pada manusia. Ternyata ada beragam rahasia atau alasan dalam pemberian rezeki tersebut.

Baca Juga  Ada Empat Macam Rezeki, Perlu Anda Ketahui

Dalam Firman-Nya Allah mengatakan; “Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.   Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhil mahfuz)“..” (Q.S. Hud : 6).

Ayat ini menjelaskan secara terang benderang tiada arti manusia merasa gelisah atas rezekinya, karena semua mahkluk Allah telah dijamis rezekinya melalui firman Allah tersebut. Malah ada ayat  yang  dikatakan orang sebagai ayat ‘seribu dinar’,   inilah terjemahannya: Ayatnya“……”Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.(QS (65) ; Ath Thalaq: 2).  Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.        Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya.  Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. ” (QS (65) Ath-Thalaq : 3).

Ketika mendengar kalimat ini, kebanyakan orang berpikir bahwa obyek yang sedang dibicarakan dalam kalimat tersebut adalah rezeki duniawi, lebih khusus lagi adalah rezeki berupa harta (Materi). Kalau kita mau mencermati, sebenarnya rezeki berupa harta adalah sebagian saja dari rezeki yang Allah berikan kepada makhluk-Nya.

Namun, sifat kebanyakan manusia yang jauh dari rasa syukur dan lebih berorientasi kepada gemerlap dunia fana, terkadang hanya membatasi rezeki dengan harta duniawi semata. Padahal sesungguhnya Allah Ta’ala telah banyak memberi rezeki kepada manusia dengan bentuk yang beragam.

Firma Allah dalam Alquran: “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rzki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS Al-Ankabut [29]:60) . Dalam Surat Al-A’raf (7) Ayat 96 :Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya“.

Kemudian Surat Ar-Ra’d (13) : 26: Artinya: “Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)“. Maka manusia harus bertakwa dan harus menegerjakan semua perintah Allah SWT.

Baca Juga  Guru dalam Persfektif Islam, Tinggi dan Mulia

*Rizki Hadir*

Ada banyak cara yang dianjurkan dalam agama agar rezeki cepat dan datang dengan p[enuh keberkahan, maka Rasulullah bersabda, aku katakan kepada mereka; Memohon ampunlah (Beristighfarlah ) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta  dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun  dan mengadakan pula untukmu (di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Q.S. Nuh (71): 10-11-12).

Pada ayar lainnya, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. An-Nur (24) : 32).

 Nabi Isa Alaihissalam pun berdoa tiada henti agar rezeki diberikan oleh Allah SWT;” doanya: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”.

Begitulah hendaknya kita mencerdasi soal rezeki, bukan malah bekerja tanpa kenal waktu, ketika lelah lupa mengerjakan ibadah seperti salat dan ibadah lainnya.Janji Allah, sebagaimana firmannya;  ”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir berisi seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al-Baqarah (2):261). 

Firman Allah “Dan (Ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan;   “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”. QS. Ibrahim (14): 7.

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button