DUNIA ISLAM

Beginilah Cara Allah Membalas Imbalan Orang yang Menafkahkan Hartanya

SATUJALAN NETWORK – Diantara sebagian orang begitu sulit untuk mengeluarkan harta berupa infaq dan sedekah. Bagi mereka yang telah terbiasa tentu tak jadi soal. Berinfag begitu menggemberikan mereka. Toh bukan jumlah yang diberikan yang dipersoalkan, tetapi keikhlasannya biar menjadi ladang amal.

Sebuah kesuksesan hidup, dan harta yang Allah anugerahkan itu semua adalah titipan belaka dari-Nya. Allah Ta’ala berfirman,; “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)

Jika seseorang mengerti dan pahami, investasi dan infak di jalan Allah sama sekali tidaklah mengurangi harta. Cobalah renungkan baik-baik firman Allah Ta’ala;”“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

Lihatlah bagaimanakah penjelasan yang amat menarik dari Ibnu Katsir rahimahullah mengenai ayat ini. Beliau mengatakan, “Selama engkau menginfakkan sebagian hartamu pada jalan yang Allah perintahkan dan jalan yang dibolehkan, maka Allah-lah yang akan memberi ganti pada kalian di dunia, juga akan memberi ganti berupa pahala dan balasan di akhirat kelak.”

*Harta Tak Kurang*

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu juga disebutkan; “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Bukhari- Muslim)

Baca Juga  Kisah Pemuda Tampan dan Kaya Raya

Nabiya Rasulullah pun menyemangati sahabat Bilal bin Robbah radhiyallahu ‘anhu untuk berinfak dan beliau katakan jangan khawatir miskin. Beliau bersabda, //“Berinfaklah wahai Bilal! Janganlah takut hartamu itu berkurang karena ada Allah yang memiliki ‘Arsy (Yang Maha Mencukupi).” (HR. Al Bazzar – Thobroni)

Bahkan Nabi Junjungan kita itupun menegaskan sendiri bahwa harta tidaklah mungkin berkurang dengan sedekah. Beliau bersabda;” “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim – dari Abu Hurairah).  Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak.

 

 

 

 

Ustadz Imron Taslim,* ketika memberikan Kajian kepada Jamaah Masjid Al Furqon Palembang, memberikan rangsangan betapa besarnya keberuntungan dan bahagianya orang-orang yang suka berinfag. Kebahagiaan dapat pun harta akan dilipatgandakan oleh Allah. Memang, selalu merasa sulit untuk menjalankannya, tetapi sebenarnya inilah amal yang sangat besar keberuntungannya di sisi Allah.

Ustads Imron bercerita, ketika telah meraih kesuksesan, kadang seseorang lupa dia berada dimana, siapa saudaranya. Ketika bisnis di puncak kejayaan, sering manusia lupa akan kewajiban dari harta yang mesti dikeluarkan dan lupa untuk saling berbagi.

Dalam Kajian yang menyampaikan tema saling tolong-menolong, Ustads Imron Taslim memaparkan bagaimana balasan kepada orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah.   Katanya,” Allah melimpahkan padanya nikmat harta yang begitu banyak, ketika seseorang itu melakukan infaq untuk jalan yang suci dan juga bersedekah membantu orang yang membutuhkan.’

Baca Juga  Orang – Orang Bodoh yang Merasa Pintar

Dikutip juga sebuah hadist Rasulullah;“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut.Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhari – Muslim).

Allah Ta’ala berfirman: //Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”// (QS. Al Baqarah: 261).

Gunakanlah saluran yang tepat,  yakni  memberi nafkah yang wajib kepada keluarga dan ini diberikan sesuai kemampuan serta mencukupi istri dan anak-anaknya. Allah Ta’ala berfirman, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)

Selain itu, barulah handaitolan dan umat muslim yang memang membutuhkan. Fakir miskin, atau mereka – mereka yang memang butuh bantuan karena mereka memang dalam kondisi yang sangat serba kekurangan.Wallahu’alam(*)

[] Bangun Lubis

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button