DUNIA ISLAM

Semua Masa Tertera dalam AlQuran, Masa Lalu, Masa Depan dan Masa Kini

Hadis ini begitu menarik. Karena Rasulullah membentangkan uangkapan yang menakjubkan kepada umatnya, agar memperhatian sebuah zaman.

 

Oleh: H, Djuliar Rasyid

Hadis ini begitu menarik. Karena Rasulullah membentangkan uangkapan yang menakjubkan kepada umatnya, agar memperhatian sebuah zaman. Ternyata bukanlah saja hanya tentang masa depan yang terungkap dalam risalah Islam.

Namun sebagaimana dalam Alquran, Allah telah mengisahkan semua zaman yakni masa lalu, masa depan dan masa kini.

Pantas Rasulullah SAW yang menegaskan dalam sebuah hadist, “Didiklah anak-anakmu dengan sebaik  mungkin,( yang sesuai kebutuhan zamannya), sebab mereka akan hidup di zaman yang berbeda dengan zamanmu saat ini.”

tidak ada yang tidak diungkapkan mengenai masa lalu, masa kini dan masa depan di dalam Al Quran. Semua tercantum dalam firman Allah tersebut. Bahkan ketika kita mempelajarinya, hanya sedikit yang kita peroleh karena luasnya Ilmu Allah tersebut.

Al Qur’an sebagai  salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW  diturunkan 14 abad lalu ,  ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan berbagai macam yang bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Al Qur’an yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah eksperimen penelitian ilmiah.

Tentang kelahiran manusia, disebutkan Allah dalam firman-Nya”, bahwa Allah telah sangat teliti menjelaskan bagaimana asal muasal manusia diciptakan; “Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan nutfah (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?” (QS. Al Waqi’ah:57-59). “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air.” (QS Al-Furqan: 54)

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari air mani.”
(QS Faathir: 11). “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar. Yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).” (QS Ath-Thaariq: 5-8)

Firman Allah yang di atas, menunjukkan betapa telitinya Allah, dengan rinci secara detail manusia diciptakan. Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu  diungkap  dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya.

Baca Juga  Pesan Rasulullah, Berdagang Mau Untung, Jujurlah

Beberapa di antaranya sebagai berikut: 1.  Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya. 2.  Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi. 3.  Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah. 4.  Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

Orang-orang yang hidup pada zaman kala Al Qur’an diturunkan, pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas, seperti dalam sebuah artikel dalam ruang kolom  Republika,  yang menyatakan bahwa berada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh ilmu pengetahuan abad ke-20.

*Pelajaran Bagi Manusia*

Begitupun mengenai keberadaan  fingsi gunung. Gunung ada atau muncul karena tumbukan lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. lempengan yang lebih kuat menyelip ke bawah sedangkan lempengan yang lemah melipat ke atas membentuk dataran tinggi dan gunung

Banyak sekali fungsi gunung , Antara lain penahan guncangan, penyalur pembuangan tenaga panas bumi,penyubur tanah dan lain lainnya.

Al Qur’an menjelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an, antara lain : “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS Al Anbiya:31). “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An Naba’: 6-7).

Ilmu bumi moderen telah membuktikan bahwa gunung-gunung memiliki akar di dalam tanah dan akar ini dapat mencapai kedalaman yang berlipat dari ketinggian mereka di atas permukaan tanah. Jadi, kata yang paling tepat untuk menggambarkan gunung-gunung berdasarkan informasi ini adalah kata “pasak” karena bagian terbesar dari sebuah pasak tersembunyi di dalam tanah. Pengetahuan   baru diperkenalkan di paruh kedua dari abad ke-19.

Baca Juga  Tafsir Surat Al-Fatihah, Bagaimana Keutamaannya

Sebagaimana pasak yang digunakan untuk menahan atau mencencang sesuatu agar kokoh, gunung-gunung juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan kerak bumi. Mereka mencegah goyahnya tanah. Allah berfirman: “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (QS. An Nahl, 16:15) .

Kemudian lagi, science dan teknologi telah menunjukkan bagaimana otak manusia bekerja sebagai ciptaan Allah.  Dalam firmannNya Allah mengemukakan; “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya. .. Yaitu  ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (QS. Al Alaq:15-16).

Ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak.

Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur’an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar).

Jelas bahwa ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur’an sejak 14 abad lalu.

Tentu ini baru sebagian dari sejumlah pengetahuan dan ilmu yang diterangkan dalam Al Quran. Masih banyak lagi ayat yang menjelaskan mengenai science dan teknologi atau ilmu pengetahuan yang menjelaskan berbagai ragam lainnya.(*)

 

 

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button