MUAMALAH

Tetap Semangat Mencari Rezeki

Penulis : Aminuddin – Mantan Pekerja Media

MESKI pembeli sepi dan rezeki terasa seret menghampiri tak usah berkecil hati.

Teruslah berusaha sepanjang hari. Ja ngan lupa tunaikan shalat lima waktu.

Allah SWT amat menyayangi hamba-Nya yang mau berusaha.

Rasulullah SAW pun demikian.

Islam tak suka dengan orang yang pemalas.

Maunya ongkang-ongkang kaki.

Tak mau berusaha.

Islam juga tak ingin pemeluknya gam pang berputus asa.

Sehari jualan tapi tak ada pembeli, de ngan alasan merugi, besok-besoknya tak mau jualan lagi.

Kita harus kuat dan tahan banting.

Teruslah berjualan.

Sempatkan waktu introspeksi.

Kenapa sampai tidak laku.

Apa jualan kita belum viral.

Atau lokasi berjualan kita yang kurang atau tidak ramai.

Atau kalah bersaing dengan teman-te man sesama penjual.

Atau justru harganya kemahalan.

Kita harus bisa ambil sikap. Bukan berhenti jualan.

Tapi mungkin mencoba cara lain agar dagangan kita dilirik pembeli.

Seperti yang dilakukan Sukri berikut ini.

Ini kisahnya …

Seorang pria bernama Sukri menuturkan kisahnya sebagai pedagang bumbu jadi. Pemuda tersebut merantau dari Palembang ke Pulau Jawa dan bersusah payah membangun usahanya sendiri.

Bermodal semangat dan ketekunan, Sukri kini sukses bahkan bisa menghasilkan omzet Rp 60 juta per bulan.

Sukri yang masih berusia 19 tahun pun membagi perjuangannya kepada sesama anak muda.

Baca Juga  Wajib Membalas Salam, Agar Engkau Peroleh Rahmat

Sukri telah berjualan di pasar di kawasan Bogor selama tiga tahun terakhir. Ia menjajakan berbagai macam bumbu giling mulai dari cabai, bawang, kemiri, lada hingga bumbu jadi, seperti balado dan ayam goreng.

Dalam video yang diunggah di YouTube Frankav12, pria tersebut pun membagikan suka dukanya merantau dan berdagang dari pukul 04:00-14:00. Meski penjualan menurun karena pandemi, ia mengaku bersyukur masih bisa menjalan usaha.

“Paling sedikit (boleh) beli Rp 2 ribu, meringankan masyarakat juga kan namanya juga di kampung ini mah, pasar pelosok kata orang, yang penting kan kita hasilnya,” kata Sukri.

Sukri mengantongi penghasilan yang tidak sedikit. Ia bisa membawa pulang Rp 2-3 juta per harinya. Meski kini bisa dibilang sukses, Sukri sempat mencicip berbagai kesusahan dan kegagalan.

Sukri juga pernah mencoba ke beberapa daerah lain sebelum akhirnya berjualan di Bogor.

“Saya merantau dari Palembang, pernah ke Bandung, di Jakarta cuma pernah sebentar 2 bulan, liat-liat pasar ketemunya di sini. Saya juga pernah gagal, yang penting semangat jangan menyerah.

“Waktu itu modal Rp 10 juta habis, akhirnya kerja sama orang lagi cari modal lagi lalu cari-cari pasar cari sampai ke pelosok dapatnya di sini dan sini yang penting alhamdulillah,” ujarnya.

Awal berjualan ia mengaku masih sepi pembeli. Sempat hampir kehabisan modal, usahanya mulai ramai pada bulan Ramadhan. Ketika banyak penjual pulang kampung, ia tetap berjualan dan pelanggan mulai berdatangan.

Baca Juga  Infaq – Sedekah Akan Memperbanyak Harta

Ketika itu, Sukri juga sempat merasakan tidur di pasar karena tidak punya uang lagi untuk bayar kontrakan.

Bisa dibilang masih muda, keadaan Sukri di perantauan tentu mengkhawatirkan keluarga. Tapi ia tidak mau membagi kisah sulitnya kepada mereka.

Sejak awal pemuda ini memang berte kad untuk bekerja agar tidak menyulitkan orang tua.

“Nggak pernah kasih tahu orang tua, kalau anak rantau jangan pernah kasih cerita sedih ke orang tua, kasih tahu senangnya saja. Kalau sudah berhasil baru dikasih tahu pernah susah. Setiap saya ditanya orang tua sudah makan, pasti bilangnya sudah. Kita yang penting, tabah, yakin, dan sabar,” kata Sukri yang dagangannya sering jadi langganan pen jual nasi padang dan sate tersebut.

Sukri membagi semangatnya kepada anak-anak muda lain, terutama mereka yang suka ‘rebahan’ dan jadi ‘beban’ orang tua.

“Kalau mau tahu perjuangan, proses, kita harus jauh dulu dari orang tua. Rasain lika liku hidup, manis pahitnya, biar tahu kenikmatannya setelah berhasil nanti. Jangan pernah menyerah. Susahnya biar kita tanggung sendiri yang merasakan,” jelas Sukri.

_____
Sumber tulisan : Haibunda.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button