M O Z A I K

Hati-Hati dengan Lisan: Jangan Biarkan Ucapan Kita Menjadi Sebab Kehancuran

Oleh: Bangun Lubis | satujalan.com

DALAM hidup, kita seringkali tergelincir bukan karena perbuatan besar, tapi karena ucapan kecil yang menyakiti.

Satu kalimat sinis.
Satu gurauan yang menyudutkan.
Satu umpatan yang kita anggap biasa.

Padahal dalam timbangan Allah, itu semua bisa menjadi sebab keburukan yang besar.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mencemooh kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang dicemooh) lebih baik dari mereka (yang mencemooh)…”
(QS. Al-Hujurat: 11)

Ayat ini bukan sekadar larangan. Ia adalah peringatan sekaligus pengingat: bahwa kita tak pernah tahu siapa yang lebih mulia di sisi Allah.

Lisan Bisa Mengangkat, Bisa Menjatuhkan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah, tanpa ia sangka, maka Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah, tanpa ia sadari, maka ia terjerumus ke dalam neraka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga  Menjalani Hidup dengan Ketabahan — Menemukan Kebahagiaan di Balik Ujian

Kita mungkin menganggap remeh satu kalimat. Tapi dalam pandangan Allah, itu bisa jadi amal besar — atau dosa besar.

Ulama Mengingatkan Kita

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

“Tidak ada sesuatu yang lebih perlu dikurung lebih lama dari lisan.”

Karena lisan bisa lebih tajam dari pedang, dan luka yang ditimbulkannya seringkali lebih dalam dari goresan apa pun.

Apa yang Kita Ucapkan, Akan Kembali pada Kita

Sungguh, hinaan yang kita lontarkan bisa berbalik menjadi celaan atas diri sendiri.
Kata-kata buruk yang kita sebarkan bisa memantul, menyakiti hati kita sendiri.

Bukankah Allah Maha Adil?

Baca Juga  Bangkit Lagi — Karena Hidup Tak Berhenti Saat Kita Jatuh

“Barangsiapa yang berbuat keburukan, niscaya keburukan itu akan kembali kepadanya…”
(QS. Al-Jatsiyah: 15)

Mari Kita Jaga Lisan

■ Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam.
■ Jika ingin mengkritik, lakukan dengan cinta.
■Jika ingin menegur, pilihlah kata-kata yang membangun.

Satu lisan yang dijaga, bisa menyelamatkan diri kita dari neraka.
Satu kalimat yang kita tahan, bisa menjadi sebab turunnya rahmat Allah.

 Renungan

Mari kita gunakan lisan untuk berdzikir, mendoakan, menenangkan, dan menguatkan.
Karena setiap kata adalah investasi untuk kehidupan akhirat kita.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Satu Jalan menuju ridha Allah adalah dengan menjaga lisan. Mari bersama kita melangkah di jalan itu.
www.satujalan.com

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button