M O Z A I K

Wanita dalam Islam: Bukan Terpenjara, Tetapi Dimuliakan

 

 Wanita dalam Islam: Bukan Terpenjara, Tetapi Dimuliakan

Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, sering terdengar suara yang menyebut wanita dalam Islam sebagai sosok yang terpenjara. Hijab dianggap belenggu, ketaatan disebut penindasan, dan kesalehan disalahpahami sebagai ketertinggalan. Narasi ini bergaung kuat di panggung global, namun sayangnya jarang disertai upaya memahami Islam dari sumbernya yang jernih.

Islam datang bukan untuk mengurung wanita, melainkan memuliakan dan melindungi fitrah mereka. Ketika Al-Qur’an turun, perempuan di banyak peradaban bahkan tidak memiliki hak hidup yang layak. Islam menghapus tradisi kezaliman itu, mengangkat derajat wanita sebagai hamba Allah yang mulia dan setara dalam nilai kemanusiaan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan.” (QS. Ali ‘Imran: 195)

Ayat ini adalah penegasan langit bahwa kemuliaan tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh iman dan amal.

Baca Juga  Peran Muslimah dalam Membangun Masyarakat Modern

Hijab: Ketaatan yang Membebaskan Jiwa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button