M O Z A I K

Ikhlas Memang Berat, tetapi Di Sanalah Allah Menyiapkan Kedamaian

Ikhlas Memang Berat, tetapi Di Sanalah Allah Menyiapkan Kedamaian

Oleh: Bangun Lubis

Tidak ada seorang pun yang berkata bahwa ikhlas itu mudah. Jika mudah, tentu tidak akan banyak hati yang menangis di sepertiga malam, tidak akan banyak doa yang dipanjatkan dengan suara bergetar, dan tidak akan banyak orang yang berjuang menyembunyikan luka di balik senyum.

Ikhlas adalah perjalanan hati. Ia bukan sekadar ucapan di bibir, tetapi sebuah proses panjang untuk menerima apa yang telah Allah tetapkan. Ada kalanya kita kehilangan orang yang sangat dicintai. Ada saatnya usaha yang dibangun bertahun-tahun justru gagal. Ada pula harapan yang telah disusun dengan indah, tetapi ternyata tidak menjadi kenyataan. Semua itu meninggalkan luka yang tidak mudah disembuhkan.

Namun sebagai seorang mukmin, kita meyakini bahwa setiap ketentuan Allah pasti mengandung hikmah, meskipun terkadang hikmah itu baru terlihat setelah waktu berlalu.

Allah SWT berfirman,

*”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”* (QS. Al-Baqarah: 216).

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa pengetahuan manusia sangat terbatas. Apa yang hari ini kita anggap sebagai musibah, boleh jadi justru menjadi pintu datangnya rahmat. Sebaliknya, sesuatu yang sangat kita inginkan bisa saja membawa keburukan yang belum kita ketahui.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button