DUNIA ISLAM

Berhala Terbesar Itu Bernama Ego

Berhala itu tidak tampak oleh mata, tetapi dapat menguasai hati manusia. Berhala tersebut adalah ego dan hawa nafsu yang dipertuhankan.

Berhala Terbesar Itu Bernama Ego

Oleh: Bangun Lubis

Ketika mendengar kata berhala, pikiran kita biasanya langsung tertuju pada patung-patung yang disembah oleh kaum musyrik pada masa Nabi Ibrahim AS atau zaman jahiliah sebelum datangnya Islam. Berhala dipahami sebagai benda yang dijadikan sesembahan selain Allah SWT. Namun, Al-Qur’an memberikan pelajaran yang jauh lebih mendalam. Ternyata, ada “berhala” yang tidak terbuat dari batu, kayu, emas, atau logam. Berhala itu tidak tampak oleh mata, tetapi dapat menguasai hati manusia. Berhala tersebut adalah ego dan hawa nafsu yang dipertuhankan.

Allah SWT berfirman:”Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, serta mengunci pendengaran dan hatinya, dan meletakkan penutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”(QS. Al-Jatsiyah [45]: 23).**

Ayat ini mengandung pesan yang sangat kuat. Allah tidak sedang membahas penyembahan terhadap patung, melainkan terhadap hawa nafsu. Ketika seseorang menjadikan keinginan pribadinya sebagai ukuran benar dan salah, ketika ia lebih menuruti egonya daripada petunjuk Allah, pada hakikatnya ia telah menjadikan hawa nafsunya sebagai sesuatu yang dipertuhankan.

Ego bukanlah sesuatu yang selalu buruk. Setiap manusia memiliki rasa percaya diri, harga diri, dan keinginan untuk berkembang. Semua itu merupakan bagian dari fitrah. Namun, ego berubah menjadi berbahaya ketika ia tidak lagi dikendalikan oleh iman dan akal sehat. Ego yang tidak terkendali melahirkan kesombongan, keras kepala, merasa diri paling benar, enggan menerima nasihat, serta mudah meremehkan orang lain.

Kisah Iblis menjadi pelajaran yang sangat berharga. Allah memerintahkan seluruh malaikat dan Iblis untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Adam AS. Semua menaati perintah Allah, kecuali Iblis. Ia berkata:

“Aku lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”(QS. Al-A’raf [7]: 12).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button