DUNIA ISLAM

Dendam dan Kebencian: Api yang Membakar Jiwa Sendiri

Oleh: Bangun Lubis ( Wartawan Muslim)

Dalam kehidupan, tidak semua orang menyenangkan. Tak sedikit yang menyakiti, menghina, atau mengkhianati. Rasa benci pun muncul. Tapi tahukah kita, bahwa membiarkan kebencian tumbuh di hati, sebenarnya adalah membiarkan luka itu mengalir kembali kepada diri sendiri?

 

Kebencian bukan hanya perasaan — ia adalah beban. Semakin kita menggenggamnya, semakin berat jiwa ini tertindih. Ia bukan pelampiasan, tapi hukuman bagi diri sendiri. Dan yang paling mengerikan: rasa benci itu bisa membuat kita berubah, perlahan, tanpa sadar, menjadi sosok yang tak kita kenali.

1. Al-Qur’an: Jangan Biarkan Kebencian Mengalahkan Keadilan

Allah Ta’ala berfirman:

*”Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Itu lebih dekat kepada takwa.”* (QS. Al-Ma’idah: 8)

Ayat ini seakan mengetuk nurani kita. Ketika kita membenci, sangat mungkin kita mengabaikan nilai keadilan. Kita menjadi gelap hati, menghakimi, dan bahkan menginginkan keburukan terjadi pada orang lain. Tapi Allah mengingatkan: adil itu bagian dari takwa, bahkan terhadap orang yang kita benci.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button