TAFSIRIYAH

Surga dan Kenikmatannya

Oleh aminuddin
Jurnalis

SURGA adalah suatu tempat di akherat yang dipersiapkan bagi orang-orang yang saleh. Surga berisikan segala sesuatu yang menyenangkan, seperti kebun indah yang berisi buah-buahan segar yang amat banyak, kerajaan pribadi seluas langit dan bumi, bidadari-bidadari yang cantik jelita, dan banyak kenikmatan lain yang tidak dapat dilukiskan.

Bahkan, saking begitu menyenangkannya, surga dan kenikmatannya tidak pernah dapat terlintas dalam pikiran kita, tidak pernah bisa terdengar oleh telinga kita, dan tidak pernah pula dapat terlihat oleh mata kepala kita.

Allah SWT berfirman :

“Katakanlah: ” Inginkah aku kabar kan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah SWT), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (ada pula) isteri yang disucikan serta keridhaan Allah SWT. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS Ali Imran 15).

“Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: ” Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini ..”

“Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni neraka (dengan mengatakan): ” Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab : “Betul.” Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-A’raaf 43-44).

“(Yaitu) surga ‘adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama
dengan orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedangkan malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan) : “Salamun ‘alaikum bima shabartum” (Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu …” (QS Ar-Ra’d 23-24).

“Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang …” (QS Maryam 62).

“Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.”

“Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya ..,” (QS Shaad 51-52).

“Diedarkan kepada mereka piring- piring dari emas, piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS Az-Zukhruf 71).

“Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.”

“(Dikatakan kepada mereka): ” Makanlah dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.”

Baca Juga  Makna Persahabatan dalam Islam

“Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.”

“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.”

“Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.”

“Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.”

“Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling tanya menanya. ”

“Mereka berkata : ” Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).” (QS Ath-Thuur 18, 20, 22-26).

“Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga).”

“Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah
mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan.”

“Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”

“Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.” (QS Al-Muthaffifin 22-28).

“Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe (yang didatangkan dari) sebuah mata air sungai yang dinamakan salsabil.”

“Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan.”

“Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal yang dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.” (QS Al-Insaan 17, 19, 21).

Dari Muadz bin Jabal ra, Rasulullah SAW telah bersabda: “Ahli surga akan memasuki surga dan rambut yang gundul dengan celak di mata mereka, dan usia mereka berkisar antara tiga puluh atau tiga puluh tahun.”

Dari Abu Hurairah ra berkata, se sungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : “Orang-orang yang akan masuk surga hatinya seperti hati burung.”

Dari Anas ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Orang-orang beriman yang berada di dalam surga akan diberi kekuatan yang lebih untuk berhubungan seksual.”

Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, apakah ia akan mampu memikulnya?”

Beliau menjawab: “Ia akan diberi kekuatan seperti yang dimiliki seratus orang.”

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa yang masuk surga akan hidup dengan tenang, tentram dan tidak menderi ta. Pakaiannya tidak akan pernah lusuh (kotor) dan umurnya tidak akan pernah menua.” (HR Muslim).

“Dan bagi yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga (surga untuk manusia dan surga untuk jin). Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Kedua surga itu mempunyai pohon-pohon dan buah-buahan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Baca Juga  Mengutak Atik Agama Islam

“Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kam dustakan?”

“Mereka bertelekan di atas perma dani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan kedua surga itu (dipetik) dari dekat.”

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disen tuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.”

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Dan selain dua surga itu ada dua surga lagi. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar. Maka nik mat Tuhab kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan, kurma dan delima. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“(Bidadari-bidadari) yang jelita
putih bersih dipingit dalam rumah) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghunu surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.”

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.”

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar-Rahman 46-77).

Ada dua perasaan takut yang Allah SWT tanamkan dalam satu jiwa. Takut kepada-Nya dalam hidup ini dan takut kepada-Nya pada hari kebangkitan.

Barang siapa yang takut kepada Allah dalam hidup ini, maka Dia akan memberinya keamanan pada Hari Akhir, dan juga keamanan dari keadaan yang sangat mengerikan. Allah SWT akan melindunginya dengan kesenangan dan kehormatan.

Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman : “Aku tidak akan menanamkan dua ketakutan pada hamba-Ku, dan Aku tidak akan menganugerahinya dengan dua macam rasa aman. Manakala dia tidak merasa takut (dari murka-Ku) di dunia. Maka Aku akan membuat dia rasa takut di Hari Kebangkitan. Tetapi jika ia merasa takut ke pada-Ku di dunia, maka Allah SWT akan menganugerahi keamanan pada Hari Kebangkitan.” (Al- Hasan Ali ‘Abd Al-Hamid: 1997).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close