DUNIA ISLAM

Waspadai Janji Haji Kilat: Antara Hasrat Suci dan Tipu Daya Oknum

Oleh: Bangun Lubis ( Wartawan Satujalan.com )

DI tengah meningkatnya semangat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji, akhir-akhir ini kita semakin sering mendengar kabar menyedihkan: banyak calon jamaah yang menjadi korban penipuan.

Dengan dalih “jalan pintas menuju Baitullah”, sejumlah oknum tanpa izin resmi menawarkan janji manis kepada masyarakat—bahkan dengan embel-embel religius dan pengakuan sebagai “ustaz” atau “orang dalam” yang konon punya akses khusus ke pemerintahan atau pihak luar negeri.

Modusnya tidak asing: biaya Rp100 juta hingga Rp300 juta, dijanjikan bisa berangkat tanpa menunggu puluhan tahun sebagaimana antrean haji reguler. Mereka menawarkan jalan yang katanya “aman”, bahkan mengklaim memiliki kuota dari Kerajaan Arab Saudi atau menyebut bisa mengatur proses tinggal (mukim) di Makkah sementara, hingga bisa “ikut” berhaji secara diam-diam.

Ironisnya, ada pula yang nekat menyelundupkan jamaah melintasi gurun, pegunungan, dan jalur berbahaya agar bisa sampai ke Padang Arafah dan ikut melontar jumrah.

Padahal, cara-cara seperti ini jelas melanggar hukum dan syariat. Risiko besar membayang: deportasi, penangkapan oleh otoritas Saudi, denda besar, bahkan hukuman penjara hingga puluhan tahun.

Ketika Hasrat Suci Dimanfaatkan oleh Tangan Jahil

Keinginan berhaji adalah niat mulia yang dianjurkan dalam Islam. Namun, ketika niat itu dieksploitasi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, maka tak hanya kerugian materi yang ditanggung, tapi juga luka batin dan trauma spiritual.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button