DUNIA ISLAM

Jangan Campur yang Halal dan Haram, yang Hak dan Batil

 

Oleh: Bangun Lubis [ Wartawan Muslim]

“Dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 42)

Dunia hari ini penuh warna. Sayangnya, warna-warna itu sering memudar menjadi kelabu — bukan lagi hitam dan putih yang jelas. Orang-orang mulai sulit membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Mana yang halal dan mana yang haram. Semua bercampur, semua tampak serupa. Padahal, Allah dan Rasul-Nya sudah dengan sangat terang memberi batas-batas yang jelas.

Kita hidup dalam zaman ketika kejujuran dianggap lugu, keteguhan dianggap kaku, dan menjaga batas dianggap kuno. Sebaliknya, mereka yang lihai memoles kebatilan agar tampak seperti kebenaran dianggap cerdas dan fleksibel. Di sinilah kita diuji — apakah kita tetap memegang prinsip yang diajarkan Allah, ataukah ikut hanyut dalam arus dunia yang abu-abu.

**Hak dan Batil: Bukan Sekadar Soal Pandangan, Tapi Soal Keimanan**

Islam tidak pernah membiarkan umatnya hidup dalam kebingungan. Kebenaran (al-haq) dalam Islam bukan soal selera, bukan soal pendapat mayoritas, tapi soal wahyu. Al-Qur’an dan Sunnah menjadi petunjuk terang bagi siapa saja yang ingin hidup dalam cahaya.

Ketika Allah memerintahkan kita agar **tidak mencampuradukkan yang hak dan yang batil**, itu adalah peringatan yang sangat mendalam. Sebab dalam realitas kehidupan, begitu banyak manusia yang bermain di wilayah gelap: menyembunyikan kebenaran karena takut kehilangan jabatan, memutarbalikkan fakta karena ingin mempertahankan keuntungan, dan menyuapi masyarakat dengan opini-opini sesat yang dibungkus rapi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button