MUSLIMAH

Detak Jantung Menjelang Puncak Haji — Ketika Air Mata, Doa dan Harapan Bertemu di Tanah Suci

Ibadah haji memang bukan sekadar perjalanan fisik. Ia adalah perjalanan ruhani yang mengguncang jiwa

Detak Jantung Menjelang Puncak Haji — Ketika Air Mata, Doa dan Harapan Bertemu di Tanah Suci

 

Oleh: Salamah Syahabudin — Jamaah Haji KBIHU Multazam Palembang

Langit Kota Suci Makkah kini terasa berbeda. Udara panas yang menyelimuti jalan-jalan menuju Masjidil Haram seakan membawa getaran spiritual yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ribuan bahkan jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia mulai memusatkan hati dan langkah menuju puncak ibadah haji.

Menjelang tanggal 27 Mei, suasana batin para jamaah semakin berdebar. Ada rasa haru, takut, bahagia, dan penuh harapan bercampur menjadi satu. Sebagian besar jamaah haji Indonesia kini telah berada di Makkah untuk mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah Armuzna — Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Meski demikian, masih ada sebagian kecil jamaah yang berada di Madinah untuk menyempurnakan ibadah arbain dan ziarah sebelum bertolak menuju Makkah.

Di hotel-hotel tempat jamaah menginap, suasana terasa lebih khusyuk dibanding hari-hari sebelumnya. Selepas salat berjamaah, banyak jamaah memilih berdiam diri di kamar, memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, atau sekadar memandangi Ka’bah sambil menahan air mata. Hati mereka sedang berbicara dengan Allah SWT.

Ibadah haji memang bukan sekadar perjalanan fisik. Ia adalah perjalanan ruhani yang mengguncang jiwa. Di Tanah Suci, manusia seperti dipanggil untuk melihat dirinya sendiri dengan lebih jujur. Kesombongan runtuh. Jabatan menjadi kecil. Kekayaan tidak lagi berarti. Semua manusia memakai pakaian ihram yang sama, berjalan di tanah yang sama, dan memohon kepada Tuhan yang sama.

Di tempat inilah manusia benar-benar belajar tentang hakikat kehidupan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button