MUSLIMAH

Dunia Bukan Tempat Bahagia Sejati

Dunia Bukan Tempat Bahagia Sejati

Oleh: Bangun Lubis 

Dalam Islam, kehidupan ekonomi seorang Muslim tidak pernah diarahkan untuk hidup berlebih-lebihan. Allah tidak menjanjikan kemewahan dunia sebagai tanda cinta-Nya, tetapi menjanjikan ketenangan hati, kecukupan, dan kebahagiaan yang hakiki di akhirat.

Karena itu, jika seorang Muslim hidup sederhana, bahkan dalam kesempitan, hal itu bukanlah aib apalagi kegagalan iman. Justru di sanalah sering kali Allah sedang mendidik hati hamba-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan dan saling bermegah-megahan dalam harta dan anak…”
(QS. Al-Hadid [57]: 20)

Ayat ini menegaskan bahwa dunia bukanlah tempat kebahagiaan sejati. Dunia hanya persinggahan sementara, tempat ujian sebelum manusia kembali kepada Allah. Karena itu, Islam tidak membangun peradaban di atas kerakusan harta, tetapi di atas nilai keseimbangan dan kecukupan.

Ekonomi Islam: Cukup dan Seimbang

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta, mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, dan adalah pembelanjaan itu di tengah-tengah antara yang demikian.”
(QS. Al-Furqan [25]: 67)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button