DUNIA ISLAM

Istri yang Memuliakan Suami, Jalan Menuju Rumah Tangga yang Tenang

Tulisan, Muhammad Iwan Syafril

Dalam rumah tangga, salah satu kunci ketenangan adalah ketika seorang istri mampu menghormati suaminya dengan tulus, dalam segala keadaan dan kondisi kehidupannya.

Bukan karena takut, bukan pula karena menganggap suami lebih tinggi dari Allah SWT, tetapi karena itulah adab dan tuntunan yang diajarkan Islam dalam membangun keluarga yang penuh sakinah.

Menghormati suami bukan berarti menghilangkan harga diri seorang wanita. Islam tetap memuliakan perempuan. Namun seorang istri yang memahami makna pernikahan akan berusaha menjaga hati suaminya, berbicara dengan lembut, menghargai perjuangannya, serta tidak merendahkan kekurangannya di hadapan siapa pun.

Kadang seorang suami sedang kuat secara ekonomi. Kadang juga sedang jatuh, lelah, gagal, atau kehilangan arah. Pada saat seperti itulah kemuliaan seorang istri benar-benar terlihat. Apakah ia tetap menemani dengan kelembutan, atau justru menambah luka dengan celaan.

Baca Juga  Suami yang Mengerti Istrinya, Jalan Menuju Kemuliaan di Sisi Allah

Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya akhlak seorang istri kepada suami dalam perkara yang baik. Bahkan banyak ulama menjelaskan bahwa pelayanan, penghormatan, dan kebaikan seorang istri kepada suaminya dapat menjadi jalan menuju surga, selama tetap berada dalam batas syariat.

Cinta dalam rumah tangga bukan hanya tentang kata-kata indah. Tetapi tentang sikap:

tetap menghormati ketika keadaan sulit,

 tetap menjaga ucapan saat emosi,

tetap memberi ketenangan ketika suami lelah menghadapi dunia,

dan tetap menjaga kehormatan rumah tangga.

Suami pada hakikatnya sering memikul beban yang tidak selalu ia ceritakan. Ia ingin dihargai, didengar, dipercaya, dan dibuat nyaman di rumahnya sendiri. Karena itu, istri yang mampu menghadirkan ketenangan akan menjadi anugerah besar dalam kehidupan seorang laki-laki.

Baca Juga  Ketika Hidup Harus Memilih

Allah SWT menjadikan pernikahan sebagai tempat ketenteraman: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang…” (QS. Ar-Rum: 21)

Rasa hormat melahirkan kenyamanan. Kenyamanan menumbuhkan kasih sayang. Kasih sayang melahirkan ketahanan dalam rumah tangga.

Seorang istri yang ingin hidupnya tenang dan berharap menjadi penghuni surga akan berusaha menjaga adab kepada suaminya, sebagaimana ia juga berharap suaminya menjaga dirinya dengan kasih sayang dan tanggung jawab.

Karena rumah tangga yang indah bukan rumah tanpa masalah, tetapi rumah yang diisi oleh dua hati yang saling menghormati, saling memaafkan, dan sama-sama ingin mendekat kepada Allah SWT.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button