DUNIA ISLAM

Rumah Tahfizh 2045: Antara Relevansi, Mutu, dan Krisis Generasi

Rumah Tahfizh 2045: Antara Relevansi, Mutu, dan Krisis Generasi

Oleh: Maulana Kurnia Putra, S.Sos., M.A.- (Sekretaris Umum Asosiasi Rumah Tahfizh Indonesia)

 

Disclaimer di awal, esai ini adalah fragmen pikiran saya pribadi saat menyusun Rencana Bidang Kerja Asosiasi Rumah Tahfizh Indonesia (ARTI) setahun ke depan, sampai Desember 2026 tepatnya.

Beberapa rencana kerja memang kami pikirkan kebutuhan gerakan Rumah Tahfizh dengan proyeksi yang barangkali bisa disebut menuju 2045. Dan semoga esai ini bisa menjadi hujjah yang tersampaikan sebelum rencana kerja yang akan dipaparkan pada Desember 2025 nanti. Bismillaah, semoga Allah SWT. mengampuni saya dan memberikan kemuliaan pada guru-guru kami.

————————–

Gerakan Tahfizhul Qur’an di Indonesia telah berkembang secara eksponensial dalam dua dekade terakhir, ditandai dengan munculnya ribuan Rumah Tahfizh dari berbagai organisasi masyarakat, pesantren, hingga komunitas lokal. Namun, memasuki dua puluh tahun mendatang menuju 2045, lanskap sosial, ekonomi, dan politik Indonesia akan sangat besar kemungkinan berubah dengan sangat cepat sehingga menuntut gerakan Rumah Tahfizh membaca arah zaman. Sebagaimana ditegaskan Manuel Castells (2010) bahwa perubahan sosial adalah konsekuensi dari dinamika jaringan dan teknologi yang terus bergerak, maka institusi keagamaan yang ingin tetap relevan harus mampu beradaptasi terhadap perubahan tersebut.

Pertumbuhan populasi Muslim Indonesia yang diproyeksikan oleh Pew Research Center (2010) mencapai lebih dari 86,4% populasi di 2050 akan memperbesar kebutuhan lembaga pendidikan Al-Qur’an. Namun, pertumbuhan ini juga menghasilkan kompetisi sumber daya manusia, termasuk guru Al-Qur’an yang berkualitas. Ketika permintaan meningkat sementara suplai guru profesional stagnan maka akan muncul risiko deprofesionalisasi yang dapat menurunkan mutu pembelajaran tahfizh karena kebutuhan sosial makro yang harus dipenuhi dengan cepat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button