NEWS

One Day With Professor SMAIT Al Furqon Palembang: Menguatkan Tradisi Akademik dan Riset Siswa

One Day With Professor SMAIT Al Furqon Palembang: Menguatkan Tradisi Akademik dan Riset Siswa

Satujalan.com, Palembang — SMAIT Al Furqon Palembang kembali menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan budaya akademik dan riset di kalangan peserta didik melalui kegiatan One Day With Professor.

Program ini menjadi ruang pembelajaran bermakna bagi siswa untuk mempresentasikan hasil penelitian yang disusun secara sistematis dan ilmiah di hadapan akademisi, praktisi riset, serta guru pembimbing.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang presentasi karya ilmiah siswa, tetapi juga sarana pembentukan karakter akademik sejak dini. Melalui forum ilmiah tersebut, siswa dilatih untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara runtut, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian berdasarkan data dan fakta.

Pada tahun ini, kegiatan One Day With Professor terasa semakin istimewa dengan kehadiran Prof. Dr. Ir. Abu Hasan, M.Sc., Guru Besar Teknologi Kimia dan Material Politeknik Negeri Sriwijaya. Selain itu, hadir pula Nuryanto, DCN., M.Kes., yang mewakili BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Provinsi Sumatera Selatan, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem riset dan inovasi di tingkat pendidikan menengah.

Dalam kesempatan Kegiatan One Day With Professor secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan, Ust. H. Chairil Abdillah, SE yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun tradisi keilmuan dan riset sejak dini sebagai bagian dari ikhtiar mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Beliau menyampaikan bahwa sekolah Islam harus menjadi ruang lahirnya pemikir muda yang mampu mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam kehidupan nyata.

Baca Juga  Islam memandang peran perempuan dengan sangat hormat

Siswa SMAIT Al Furqon Palembang mempresentasikan karya penelitian yang terbagi ke dalam empat fokus utama, yakni bidang humaniora, saintifik, pangan, dan pendidikan. Keempat fokus ini dirancang agar siswa mampu melihat persoalan secara komprehensif dari berbagai sudut pandang keilmuan serta mengaitkannya dengan realitas dan kebutuhan masyarakat.

Pada bidang humaniora, penelitian siswa mengangkat isu-isu sosial, budaya, nilai kemanusiaan, dan pembentukan karakter. Kajian ini melatih siswa untuk memahami realitas sosial secara kritis, menumbuhkan empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, bidang saintifik mendorong siswa melakukan penelitian berbasis sains melalui eksperimen, observasi, dan analisis data. Pendekatan ilmiah ini bertujuan menumbuhkan rasa ingin tahu, ketelitian, serta kemampuan berpikir logis dan objektif sebagai fondasi penting dalam dunia riset.

Pada bidang pangan, penelitian diarahkan pada eksplorasi potensi pangan lokal, pengolahan hasil pertanian, serta inovasi sederhana yang mendukung ketahanan pangan. Fokus ini dinilai relevan dengan tantangan keberlanjutan dan kemandirian bangsa di masa depan, sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa terhadap isu strategis nasional.

Adapun bidang pendidikan mengkaji dinamika proses pembelajaran, metode inovatif, serta tantangan pendidikan masa kini. Melalui penelitian ini, siswa didorong untuk memahami dunia pendidikan secara lebih mendalam dan menyiapkan diri sebagai agen perubahan di masa mendatang.

Dalam sesi diskusi dan refleksi, Prof. Dr. Ir. Abu Hasan, M.Sc. memberikan apresiasi atas keberanian dan kesungguhan siswa SMAIT Al Furqon Palembang dalam melakukan penelitian sejak bangku SMA. Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir ilmiah, ketekunan dalam riset, serta keberanian menyampaikan gagasan yang berbasis data dan fakta. Menurutnya, pengalaman ini menjadi bekal awal yang sangat berharga bagi siswa untuk memasuki dunia akademik dan riset di perguruan tinggi.

Baca Juga  Orang-orang yang malas dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam

Sementara itu, Nuryanto, DCN., M.Kes. menyampaikan bahwa kegiatan One Day With Professor sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan ekosistem riset dan inovasi sejak dini. Ia menilai pengenalan riset di tingkat SMA merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap tantangan pembangunan daerah.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ust. Desriansyah, S.TP., menegaskan bahwa One Day With Professor tidak hanya berorientasi pada hasil penelitian, tetapi juga pada proses pembelajaran yang membentuk karakter siswa.

“Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis, bekerja secara sistematis, serta berani menyampaikan gagasan secara ilmiah. Penelitian kami maknai sebagai proses pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran,” ujarnya.

Kepala SMAIT Al Furqon Palembang, Jusman Fitriyansah, S.Pd.I., M.Pd., menuturkan bahwa One Day With Professor merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis riset.

“Kami ingin membiasakan siswa untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga produsen pengetahuan yang berkarakter, berintegritas, dan peduli terhadap permasalahan nyata di masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, SMAIT Al Furqon Palembang berharap dapat melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, kuat secara karakter, serta siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan bekal budaya ilmiah yang kokoh.

Editor: Bang Bangun

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button