DUNIA ISLAM

Bersatu Dan Berpisah Bersama Allah

Oleh: Albar Santosa Subari ( Cendekiawan Muslim )

 

MANUSIA berasal dari Allah, berada dalam kekuasaan Allah dan kembali kepada Allah. Pernyataan ini bisa berarti bahwa manusia itu tidak pernah sejenak pun bisa berdiri sendiri di luar kekuasaan Allah, di luar kekuatan Allah dan di luar pengetahuan Allah.

Manusia itu wujud nya meminjam dari wujud Allah, wujudnya tergantung pada wujud Allah, seperti tergantung nya bayang bayang dengan pemiliknya, atau seperti bergantung nya ciptaan dengan penciptanya, yang jika tidak diciptakan maka ciptaan itu tidak mungkin ada.

Manusia itu tidak pernah sesaat pun bisa terlepas dan terpisah dari Allah dan berdiri sendiri secara independen berhadap hadapan dengan Allah, karena yang bisa berdiri sendiri memang hanya Allah.

Ini bisa berarti bahwa wujud yang selain Allah itu hanyalah wujud yang nisbi, relatif dan wujud yang tidak sebenarnya, karena wujud yang sebenarnya ( Al-Haqq) memang hanya Allah.

Manusia oleh Allah diberi potensi yang tiada Tara nilainya. Potensi itu berupa pikiran, perasaan, kesadaran, dan keinginan. Dengan potensinya itu manusia bisa menguasai alam semesta dan menguasai dirinya sendiri.

Manusia bisa menggunakan potensi yang dimiliki nya, secara maksimal dan dengan benar hanya dengan cara mengikuti petunjuk Allah, baik dengan petunjuk Nya yang tertulis ( Al Qur’an), maupun melalui petunjuk Nya secara langsung yaitu Ilham.

Potensi yang diberikan oleh Allah kepada manusia itu bisa dikembangkan sampai ke tingkat tidak terbatas. Namun itu hanya bisa dilakukan dengan petunjuk dari Yang Tidak Terbatas. Yaitu Allah.
Tanpa petunjuk Allah, manusia hanya bisa berputar putar di sekitar yang terbatas, dan tidak akan lebih dari itu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button