DUNIA ISLAM

Membenci adalah Penjara yang Tak Terlihat

Melepaskan Kebencian, Meraih Ketenangan

 

 

Oleh: Bangun Lubis

Kadang hidup mempertemukan kita dengan orang-orang yang melukai. Ada yang menyakiti dengan kata-kata, ada pula yang menancapkan luka lewat sikap. Di saat seperti itu, hati kita sering kali menyimpan bara kecil—kebencian yang lama-lama bisa menjadi api. Mula-mula terasa biasa saja, tetapi lama-kelamaan, bara itu membakar ketenangan jiwa kita sendiri.

Kita sering berpikir bahwa membenci seseorang adalah bentuk perlawanan. Bahwa dengan menyimpan benci, kita bisa membalas sakit yang pernah mereka beri. Padahal sesungguhnya, kebencian itu tidak pernah melukai mereka—justru kita sendiri yang perlahan terluka. Hati jadi sempit, pikiran gelisah, dan hidup kehilangan rasa damai.

Orang yang kita benci mungkin tidur dengan nyenyak, melanjutkan hidup dengan tenang, sementara kita terus membawa beban berat di dalam dada. Seperti memeluk bara api dan berharap orang lain yang terbakar.

Dalam pandangan Islam, kebencian adalah beban batin yang seharusnya dilepaskan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”* (HR. Imam Muslim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button