M O Z A I K

Jangan Sampai Ingin Kembali ke Dunia Setelah Kematian

kematian bukanlah sesuatu yang jauh. Ia sangat dekat dengan setiap manusia

Jangan Sampai Ingin Kembali ke Dunia Setelah Kematian

 

Oleh: Bang Bangun Lubis

Dunia yang kita pijak hari ini sesungguhnya telah menua. Waktu terus bergerak, generasi demi generasi silih berganti, dan manusia datang serta pergi meninggalkan jejak kehidupannya. Tidak ada yang kekal. Semua yang kita lihat, kita miliki, dan kita banggakan suatu saat akan berakhir. Karena itulah, para ulama sering mengingatkan agar manusia tidak terlalu terpesona oleh gemerlap dunia yang hanya sementara.

Allah SWT berfirman: Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.”* (QS. Ali Imran: 185).

Ayat ini adalah pengingat bahwa kematian bukanlah sesuatu yang jauh. Ia sangat dekat dengan setiap manusia. Tidak mengenal usia, kedudukan, ataupun kekayaan. Raja dan rakyat biasa akan menemui pintu yang sama. Yang membedakan hanyalah bekal yang dibawa ketika menghadap Allah SWT.

Banyak manusia yang terlalu sibuk mengejar urusan dunia. Ada yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengumpulkan harta, ada yang mengejar jabatan, ada pula yang larut dalam berbagai kesenangan yang melalaikan. Mereka seakan merasa masih memiliki waktu yang panjang, sehingga urusan akhirat selalu ditempatkan di urutan belakang.

Padahal, ketika kematian datang, manusia baru menyadari betapa berharganya waktu yang pernah dimilikinya. Saat itulah penyesalan muncul. Namun penyesalan yang datang setelah ajal tiba tidak lagi dapat mengubah apa pun.

Allah SWT menggambarkan keadaan itu dalam firman-Nya:”Hingga apabila datang kematian kepada seseorang di antara mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja.”* (QS. Al-Mu’minun: 99-100).

Baca Juga  Ilmu Agama Itu Perlu, Islam ya Belajar Ilmu Islam

Betapa menyentuh ayat ini. Mereka yang telah meninggal bukan ingin kembali ke dunia untuk menjadi lebih kaya, bukan pula untuk memiliki rumah yang lebih megah atau kendaraan yang lebih mewah. Mereka ingin kembali karena menyadari bahwa kesempatan beramal telah habis. Mereka ingin menambah salat, memperbanyak sedekah, memohon ampunan Allah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Namun, kesempatan itu sudah tertutup.

Karena itu, selama kita masih diberikan umur, jangan sia-siakan waktu yang ada. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Masih ada peluang untuk bertobat. Masih ada waktu untuk menjadi hamba yang lebih baik daripada hari kemarin.

Rasulullah SAW bersabda: “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”* (HR. Al-Hakim).

Hadis ini mengajarkan agar manusia tidak menunda-nunda kebaikan. Sebab, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan waktunya akan berakhir. Hari ini kita masih dapat tersenyum bersama keluarga, masih dapat melangkah ke masjid, masih dapat membaca Al-Qur’an, dan masih dapat meminta maaf kepada orang-orang yang pernah kita sakiti. Tetapi siapa yang dapat menjamin bahwa esok kesempatan itu masih ada?

Baca Juga  Cerita Di Balik " Qurban Terbaik".

Dunia hanyalah tempat singgah. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dirinya seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, kemudian melanjutkan perjalanan. Begitulah kehidupan manusia. Kita hanya mampir sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menuju kehidupan yang kekal.

Karena itu, jangan sampai ketika kematian tiba kita justru berkata, “Ya Allah, kembalikan aku ke dunia.” Sebab tidak ada seorang pun yang akan diberi kesempatan kedua.

Lebih baik hari ini kita memperbanyak amal saleh, menjaga salat, membaca Al-Qur’an, membantu sesama, berbakti kepada orang tua, menyayangi keluarga, serta memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang pernah dilakukan.

Semoga ketika ajal menjemput, kita tidak dipenuhi oleh penyesalan, melainkan memperoleh kabar gembira sebagaimana firman Allah SWT:

*”Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”* (QS. Al-Fajr: 27-30).

Dunia memang sudah tua, dan usia manusia pun terus berkurang. Maka janganlah terlalu sibuk menghitung berapa lama lagi kita akan hidup. Sibukkanlah diri untuk mempersiapkan bekal terbaik. Sebab orang yang paling beruntung bukanlah yang hidup paling lama, melainkan mereka yang ketika dipanggil pulang oleh Allah SWT, tidak lagi ingin kembali ke dunia, karena telah membawa amal yang cukup dan berharap segera bertemu dengan Rabb yang Maha Pengasih.

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button