SYARIAH

Wajib Bertobat Bagi Pendosa

Wajib Bertobat Bagi Pendosa

Oleh: Albar Sentosa Subari

Setiap manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Tidak ada seorang pun yang terbebas dari kekhilafan, karena manusia diciptakan dengan berbagai kelemahan. Namun, Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya dengan penuh penyesalan dan keikhlasan.

Karena itu, setiap muslim diperintahkan untuk segera bertobat dan tidak menunda-nundanya. Tobat bukanlah sesuatu yang boleh ditangguhkan hingga usia senja atau ketika penyakit telah menggerogoti tubuh. Sebab, tidak seorang pun mengetahui kapan kematian akan datang menjemput.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera. Maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang terus-menerus mengerjakan kejahatan, hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: ‘Sesungguhnya saya bertobat sekarang.’ Dan tidak pula diterima tobat orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi mereka telah Kami sediakan azab yang pedih.”* (QS. An-Nisa: 17-18).

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah menerima tobat hamba-Nya yang segera kembali setelah melakukan kesalahan. Sebaliknya, penyesalan yang baru muncul ketika ajal telah datang tidak lagi mendatangkan manfaat.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

*”Sesungguhnya Allah tetap menerima tobat seorang hamba meskipun terlambat. Akan tetapi, menyegerakan tobat adalah suatu kewajiban. Sebab boleh jadi kematian datang secara tiba-tiba sehingga seseorang meninggal sebelum sempat bertobat.”* (Syarah Riyadhus Shalihin, 1/105).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button