SYARIAH

Mengenal Allah Secara Dalam: Pengembaraan Jiwa Menuju Ketenteraman Hakiki

Mengenal Allah Secara Dalam: Pengembaraan Jiwa Menuju Ketenteraman Hakiki

Oleh: Bangun Lubis

 

Mengenal Allah bukan sekadar mengetahui bahwa Dia Maha Pencipta. Bukan pula hanya menghafal nama-nama-Nya yang indah. Mengenal Allah adalah perjalanan batin. Sebuah pengembaraan jiwa yang sunyi, namun menghadirkan ketenteraman yang tak mampu dibeli oleh dunia.

Banyak orang beragama, tetapi belum tentu mengenal Tuhannya secara dalam. Ia shalat, tetapi masih gelisah. Ia berdoa, tetapi masih ragu. Ia membaca Al-Qur’an, tetapi belum sepenuhnya merasa diawasi dan dicintai oleh Allah. Padahal, inti dari keimanan adalah ma’rifatullah — mengenal Allah dengan hati yang hidup.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ibadah dalam ayat ini bukan hanya ritual lahiriah. Para ulama menjelaskan bahwa ibadah adalah puncak dari pengenalan. Seseorang tidak akan benar-benar beribadah dengan khusyuk sebelum ia mengenal siapa yang ia sembah.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengatakan, “Barang siapa mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-Nya, niscaya ia akan mencintai-Nya tanpa syarat.” Cinta itu lahir dari pengenalan. Semakin dalam kita mengenal Allah sebagai Ar-Rahman (Maha Pengasih), semakin kita merasa tidak sendirian. Semakin kita memahami bahwa Dia Al-‘Adl (Maha Adil), semakin kita tenang menghadapi ketidakadilan dunia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button