M O Z A I K

Puasa yang Hanya Menyisakan Lapar dan Dahaga

Puasa yang Hanya Menyisakan Lapar dan Dahaga

Oleh: Bangun Lubis

Puasa sering kali dirasakan sebagai ibadah yang berat. Lapar, dahaga, lelah, dan penat menjadi keluhan yang berulang dari pagi hingga menjelang magrib.

Tidak sedikit pula orang yang mengukur keberhasilan puasanya hanya dengan mampu menahan makan dan minum. Jika demikian yang terjadi, patutlah kita merenung lebih dalam: apakah puasa yang kita jalani benar-benar bernilai ibadah, atau hanya rutinitas fisik tahunan?

Al-Qur’an sejak awal telah menegaskan bahwa puasa bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan **jalan menuju ketakwaan**. Allah ﷻ berfirman:

 

> *“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan puasa bukan lapar dan dahaga, melainkan terbentuknya kesadaran ruhani yang disebut takwa. Ketika tujuan ini hilang, puasa pun kehilangan maknanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button