MUSLIMAH

Muslimah: Mutiara yang Terjaga dalam Cahaya Islam

“Wanita adalah saudara kandung laki-laki.” (HR. Abu Dawud)

Dalam hembusan lembut ajaran Islam, perempuan tidak pernah hadir sebagai bayangan atau pelengkap. Muslimah adalah cahaya. Ia punya ruang, punya suara, punya kemuliaan. Dalam dekapan syariat, perempuan dijaga bukan karena lemah, tetapi karena berharga. Seperti mutiara di kedalaman laut, ia tidak sembarang disentuh, tapi dihargai dan dijaga dengan penuh kehormatan.

  1. Dimuliakan Sejak Awal

Di masa Jahiliyah, anak perempuan dianggap aib. Mereka dikubur hidup-hidup, tak dibiarkan tumbuh. Namun ketika Islam datang, Rasulullah ﷺ mengangkat mereka dari kegelapan, menegakkan kepala mereka dengan kemuliaan. Beliau bersabda:

“Barang siapa yang memelihara dua anak perempuan hingga dewasa, maka aku dan dia akan datang pada hari kiamat seperti ini,” (beliau merapatkan dua jarinya).(HR. Muslim)

Islam tidak hanya menyelamatkan perempuan, tapi menjadikannya poros peradaban.

  1. Pakaian dan Martabat

Syariat hijab bukan beban, tapi perisai. Hijab bukan simbol keterbelakangan, tapi tanda kemuliaan. Allah berfirman:

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali dan karena itu mereka tidak diganggu…”
(QS. Al-Ahzab: 59)

Baca Juga  Janganlah Suka Berselisih, Tak Ada Manfaatnya

Hijab adalah pelindung, bukan penjara. Ia menjaga wanita dari pandangan liar dan fitnah dunia. Muslimah yang mengenakan hijab karena cinta kepada Rabb-nya bukan sedang membatasi dirinya, tapi sedang memerdekakan dirinya dari penilaian dunia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button